Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Unpad: Belum Ada Data Resmi Pengikut NII

Iman Herdiana , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2011 |13:18 WIB
Unpad: Belum Ada Data Resmi Pengikut NII
Pendiri NII Kartosoewirjo (ist.)
A
A
A

BANDUNG - Universitas Padjdjaran (Unpad) tidak memiliki data resmi jumlah mahasiswa mereka yang terlibat gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

Dosen Fakultas Ilmu Politik Sosial (FISIP) Unpad Iman Sholeh mengatakan, memang ada mahasiswa Unpad yang terlibat NII tetapi jumlah pastinya belum ada.

"Bisa banyak bisa sedikit, tapi belum ada data resmi dari Unpad. Pendataan baru kami lakukan sejak tiga minggu lalu," kata Iman, di Unpad, Bandung, Jawa Barat, Senin (6/6/2011).

Namun, berdasarkan data Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), ada 257 mahasiswa Unpad terlibat gerakan NII. Data ini diperoleh FUUI justru dari Unpad.

Iman menjelaskan, data FUUI tersebut muncul berdasarkan penyelidikan yang dilakukan organisasi Forum Komunikasi Dakwah Fakultas (FKDF). Organisasi FKDF sendiri bukan organisasi formal di Unpad. "Jadi 257 yang sudah terekrut dan jadi korban merupakan acuan tidak resmi," jelasnya.

Meski begitu, kata Iman, bukan berarti Unpad meragukan kredibelitas FUUI yang sudah lama menyelidiki NII. "Tapi data 257 mahasiswa itu bukan data resmi Unpad," tambahnya.

Menurut Iman, isu NII masuk ke perguruan tinggi memang sudah lama, sejak 90-an. Di Unpad sendiri, isu tersebut mulai santer sejak 2000-an. Isu NII kembali menyeruak sekira tiga bulan lalu. Maka, sekarang pihaknya masih mengumpulkan data, menyosialisasikan kepada fakultas, termasuk ke Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpad.

"Jika ada mahasiswa yang terlibat, kami tidak akan memecatnya, karena mereka korban. Jika mereka korban cuci otak, kami akan "cuci otak" kembali dengan program kami supaya mereka keluar," paparnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement