Share

Aksi Tanda Tangan Tolak Gerakan NII Mahasiswa

Iman Herdiana, Okezone · Kamis 19 Mei 2011 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 19 373 458788 wjrBTUUirM.jpg Mahasiswa menandatangani spanduk penolakan NII masuk kampus (Foto: Iman Herdiana)

BANDUNG - Puluhan mahasiswa Universitas Sangga Buana (USG) Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi penandatanganan antigerakan sesat Negara Islam Indonesia (NII). Aksi ini diprakarsai pihak rektorat kampus untuk mencegah paham NII masuk kampus.

Penandatangan dilakukan di atas kain putih 1x5 meter. Di atas kain putih itu bertuliskan bahwa Kampus USG menolak NII. Di bawah tulisan tersebut puluhan mahasiswa membubuhkan tanda tangannya sebagai persetujuan untuk menolak NII.

Aksi tanda tangan dilakukan usai USG menggelar kuliah umum bertema Kiprah Gerakkan NII KW 9 dan Solusi Pencegahannya, yang menghadirkan pembicara Sekertaris Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) Bambang Ahmad Somantri dan mantan Kepala Desa NII KW 9 Jakarta, Dede Ahmad.

Rektor USG Asep Effendi menjelaskan, penandatanganan dan kuliah umum tersebut sebagai respons kampus untuk membentengi civitas akademika USG dari paham sesat dan NII.

"Kami membina mahasiswa yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Jadi isu NII ini kami tanggapi untuk mengantisipasi, membangun karakter building tentang Islam yang selamat dan menyelamatkan di kampus ini," kata Asep, usai kuliah umum, Kamis (19/5/2011).

Bahkan dalam kuliah umum juga terungkap, ada dua mahasiswa USG yang nyaris dibaiat. Salah satu mahasiswa, Nazid (21) Jurusan Ekonomi angkatan 2009. Nazid mengaku, beberapa waktu lalu pernah akan direkrut NII KW 9 Al Zaytun.

"Saya pernah didekati, polanya sama seperti yang diberitakan. Saya pernah dibawa ke suatu ruangan yang hanya diterangi lampu minyak. Katanya pusat negara Islam ada di Indramayu," tuturnya.

Dia berhasil lolos saat akan dibaiat. "Saat lolos saya terus ditelepon. Tapi akhirnya, saya bersukur bisa lolos," katanya.

Mahasiswa lain, Saeful Malik (22), Jurusan Sistem Informasi pernah akan direkrut oleh teman se-SMA. Waktu itu, dia baru masuk semester enam. Teman se-SMAnya yang juga kuliah di Bandung menghubunginya untuk bertemu. Saeful menduga, teman se-SMAnya itu adalah anggota NII KW 9.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini