nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Pekan Demonstrasi Pengaruhi Kerja DPRD Balikpapan

Amir Sarifudin , Jurnalis · Selasa 12 Juli 2011 14:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 07 12 340 478900 i7TJwrtGqs.jpg Aksi unjuk rasa FK SAKB. (Foto: okezone)

BALIKPAPAN- Gedung DPRD dan Kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam dua pekan terakhir menjadi target demonstrasi Forum Komunikasi Suku Asli Kalimantan Bersatu (FK SAKB).

Aksi tersebut sedikit banyak mempengaruhi kegiatan dewan terutama menyangkut pembahasan Raperda. Tahun 2011 ini ditargetkan ada empat Raperda yang menjadi perioritas bagi kedua pihak yakni Raperda Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(BPKAD), Raperda Retribusi, Raperda Penyertaan Modal Daerah, dan Raperda Penyertaan Modal kepada PDAM dari Australia.

Wakil Ketua DPRD Wahyu Hartono menilai lumrah situasi saat ini mempengaruhi agenda DPRD baik internal maupun pembahasan Raperda. “Ya lumrah saja karena situasi seperti ini, tapi yang penting keadaan tetap kondusif jangan anarkis mereka juga komitmen kok untuk tetap menjaga situasi dan saya yakin Balikpapan akan tetap kondusif,” ujar Wahyu, Selasa (12/7/2011).

Wahyu memastikan kegiatan dewan tetap berjalan, ini dapat dilihat dari anggota DPRD yang hadir. Kemarin BK DPRD melakukan kunjungan mendadak ke SMK 1 untuk melakukan klarifikasi atas perbuatan anggotanya Andi Walinono pada 9 Juli lalu.

Wahyu membenarkan sejumlah raperda yang menjadi perioritas DPRD bersama Pemkot Balikpapan seperti BPKAD, Penyertaan Modal Daerah, dan penyertaan modal untuk PDAM.

“Kalau Raperda penyertaan modal hampir beres, sedangkan retribusi masih menunggu dari pemkot dilimpahkan ke DPRD itu memang jadi perioritas kita," tandasnya.

Sementara anggota Komisi II Sabaruddin mengaku kegiatannya di DPRD terhambat terutama dalam hal pelaksanaan rapat internal komisi . “Iya terhambat, tadi kita ingin gelar rapat komisi dibatalkan karena belum memungkin kondisinya,” sebutnya.

Hal senada dikatakan Kabag Hukum Daud Pirade. Dia mengakui banyak aksi demontrasi yang ditujukan kepada DPRD dan pemkot berpengaruh kepada proses pembahasan Raperda. ”Ya mungkin juga tapi itukan tergantung sama yang di depan (DPRD) kita tinggal ikuti saja. Bolanya sudah sama DPRD,” katanya.

Sampai Selasa siang, ratusan anggota FK SAKB masih menggelar demonstrasi. Mereka menunggu hasil rekomendasi yang dikeluarkan Forum Komunikasi Persudaraan Masyarakat Kaltim yang rencananya akan diberikan kepada Pemkot Balikpapan.

Massa menuntut pembubaran Ormas La Galigo karena dinilai dapat menciptakan kecemburuan dan pertentangan antar-etnis. Mereka juga meminta Ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong dan tiga anggota dewan lain yang masuk dalam kepengurusan ormas itu yakni Andi Walinono, Sabaruddin, dan Andi Welly untuk mundur.

Hingga Selasa siang, Gedung DPRD masih dipasang kawat berduri di depan pintu masuk dan keluar gedung. Kendaraan barracuda dan ratusan personel Brimob masih disiagakan, bahkan sudah hampir satu pekan mereka menginap di gedung yang berada di Jalan Jenderal Sudirman itu.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini