Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Majikan TKW Ernawati di Arab Saudi Seorang Mucikari

Hasan Kurniawan , Jurnalis-Jum'at, 29 Juli 2011 |19:00 WIB
Majikan TKW Ernawati di Arab Saudi Seorang Mucikari
Ernawati (Foto: Hasan/Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Pemerintah dinilai kurang selektif dalam mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. Ernawati binti Sujono, TKW asal Desa Ngeseng, Karang Rowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, yang tewas dianiaya majikannya, selama ini bekerja untuk seorang mucikari di Riyadh.

"Majikan adik saya di Arab Saudi seorang mucikari. Dia pernah bilang pada saya, kalau majikannya suka membawa masuk seorang pria," ujar Yenny Larasati, kakak kandung korban kepada okezone, Jumat (29/7/2011).

Ernawati, tambah Yenny, bekerja di Arab Saudi melalui PT Boughsan Labrindo sejak 2008. Diduga, PT Boughsan, telah melakukan sejumlah pemalsuan data kepada Ernawati. Lantaran, dia diterima kerja saat usianya masih 16 tahun.

"Dia masih berusia 16 tahun. Sebelum berangkat, dia berada di tempat penampungan selama 20 hari. PT Boughsan telah melakukan pemalsuan data," terangnya.

Ditambahkan, selama bekerja, sudah 10 orang pria lebih yang dibawa masuk sang majikan ke rumah. Sang anak majikan, bahkan sempat berusaha memperkosa Ernawati di rumahnya. Tidak hanya itu, dia juga sering mendapat perlakuan kasar dengan dipukuli, dicambuk dan dibenturkan kepalanya ke tembok.

"Dia pergi sejak Agustus 2011, di bawah sponsor Rosman, ke Arab Saudi. Selama 20 hari di penampungan. Adik saya masih berusia 16 tahun," jelasnya.

Ditambahkan Yenni, Pada 31 Januari 2011, dirinya sempat melaporkan ke Kemenlu, bahwa kondisi adiknya di Arab Saudi sedang dalam keadaan kritis. Namun, hal itu tidak ditanggapi hingga akhirnya Ernawati meninggal dunia.

"Terakhir saya kontak 1 Februari, dia telepon saya. Waktu itu, dia cerita, katanya sering dianiaya dan sempat akan diperkosa oleh anak majikannya," tambahnya.

Jenazah Ernawati, tiba di kargo Rush Handling Jasa Angkasa Service (JAS), gudang 530, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, sekira pukul 13.30 WIB.

Jenazah sempat tertahan di ruang khusus Rush Handling, selama hampir tiga jam. Baru sekira pukul 16.20 WIB, peti jenazah dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Tidak ada serah terima jenazah Ernawati kepada keluarga di Bandara Soetta. Rencananya, jenazah pahlawan devisa itu akan langsung dibawa ke RSCM guna dilakukan autopsi.   

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement