Jaksa Agung: SKP2 Sisminbakum TIdak Terkait Pertemuan SBY-Yusril

Bagus Santosa, Okezone · Jum'at 01 Juni 2012 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 01 339 639699 oohSf39V0Y.jpg Basrief Arief (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Jaksa Agung Basrief Arief menegaskan tidak ada hubungan politis antara keputusan Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2) kasus Sisminbakum dengan pertemuan Yusril Izha Mahendra dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Berkali-kali saya katakan tidak ada keputusan politik dalam penegakan hukum, jadi jangan menyimpulkan. Bahwa kalau pun, saya tidak tahu ada pertemuan itu, kalaupun ada pertemuan itu adalah merupakan satu indikasi terkait dengan masalah penyelasaian kasus ini sendiri, saya rasa tidak ada hubungan itu. Tidak ada unsur politik di sini," katanya di Kejaksaan Agung, Jumat (1/6/2012).

Dia juga menjelaskan tidak ada pertemuan dirinya dengan Hartono Tanoesoedibjo dalam pembahasan kasus ini.

"Dulu sebelum menjabat sebagai Jaksa Agung, apakah Bapak pernah bertemu dengan Hartono di kantor Hendrikus, benar Pak?" tanya wartawan.

"Kenapa?" jawabnya.

"Saya mau tanya itu, apakah Bapak pernah ketemu?" sambung wartawan.

"Kalau saya bertemu kenapa rupanya?" jawab Basrief.

"Ya mau tanya saja?" timpal wartawan.

"Ya kalau saya ketemu ada apa rupanya? Lho saya kan tidak berstatus sebagai apapun di sana, kalaupun saya bertemu ada apa rupanya?" jawab Basrief.

"Kalau membahas Sisminbakum?" tanya wartawan lagi.

"Kan sudah selesai, ya toh. Tidak ada kaitan apa-apa itu," tegas Basrief.

Basrief juga menanggapi soal Indonesian Corruption Watch yang akan menggugat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2) ini ke praperadilan. "Kita lihat saja nanti, kita lihat kalau ada gugatan, itu kita hadapi," kata dia.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menghentikan proses hukum dalam kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum).

Penghentian ini dilakukan lantaran tidak adanya cukup bukti tindakan melawan hukum. Penghentian penyidikan ini sesuai dengan SP3 Nomor 06 atas nama Yusril, Nomor 07 atas nama Hartono Tanoesoedibjo, dan Ali Amran jana dengan Nomor 08, yang ditandatangani langsung oleh Direktur Penyidikan pada Jampidsus Arnold Angkouw.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini