Tudingan Politikus PKS Tentang Sisminbakum Ahistoris

Muhammad Saifullah , Okezone · Senin 04 Juni 2012 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 04 339 641341 k54LHh0FGg.jpg

JAKARTA - Juru bicara Yusril Ihza Mahendra, Jurhum Lantong, angkat suara menanggapi dua tudingan anggota DPR RI, Indra dan Aboe Bakar Al-Habsyi, yang menyatakan SP3 kasus Sisminbakum aneh dan sarat politik transaksional.

 

Menurut Jurhum, justru Indra dan Aboe Bakar Al-Habsyi yang aneh dan ngawur. Sebagai anggota DPR, menurut Jurhum, semestinya mereka mempelajari kasus Sisminbakum secara komprehensif. Sehingga tidak berkomentar tanpa mengerti substansi persoalan.

 

“Politisi PKS itu (Indra dan Aboe Bakar Al-Habsyi), terlihat sekali ahistoris. Meski mereka mengaku orang hukum, tapi kelihatannya tak mengikuti kasus Sisminbakum sejak awal. Tiba-tiba muncul dengan komentar yang justru menunjukan ketidakpahamannya atas kasus Sisminbakum,” ujar Jurhum Lantong dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/6/2012).

 

Menurut Jurhum, bertolak dari keputusan Mahkamah Agung, yang sudah memutus bebas mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Romly Atmasasmita, mantan Direktur PT. Sarana Rekatama Dinamika, Yohanes Wawuruntu, dan juga Zulkarnaen Yunus yang juga mantan Dirjen AHU, jelas-jelas sangkaan atas Yusril gugur. Sebab, Yusril sebelumnya disangka telah melakukan korupsi secara bersama-sama dengan mereka.

 

Sementara dalam kasus Samsudin Manan Sinaga, jelas berbeda. Dia didakwa secara terpisah dan dinyatakan terbukti bersalah lantaran bukan karena Sisminbakum, tetapi menggunakan uang Sisminbakum untuk kepentingan pribadi.

 

“Jelas apa yang dinyatakan oleh Indra di beberapa media yang menyatakan bahwa SP3 kasus Sisminbakum aneh karena Samsudin Manan Sinaga dihukum hanyalah ungkapan asal bunyi saja. Teriak-teriak sok menjadi pahlawan anti korupsi tetapi ngawur,” imbuh Jurhum.

 

Terkait dengan tuduhan politik transaksional, seperti yang dituduhkan oleh Aboe Bakar Al-Habsyi, jelas keliru. Sebab sejak awal Yusril dirugikan oleh tudingan ini. Selama ini Yusril tak pernah kompromi, baik dengan Kejagung apalagi dengan SBY. Bahkan kalau mau diingat sejak awal justru penetapan Yusril sebagai tersangka sisminbakumlah yang sarat politik.

 

“Kalau mau dilihat dengan jernih. Bukan SP3 yang memiliki muatan politis. Justru sebaliknya. Menjadikan Sisminbakum sebagai pidana dan menjadikan Yusril Ihza Mahendra sebagai tersangka itu memiliki kepentingan politis yang kuat. Jangan di balik,” tandasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini