JAKARTA - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Tan Hari Tantono alias Ayung diwarnai kericuhan. Tersangka, John Kei geram lantaran saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sering mengaku lupa dengan kejadian itu.
Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Agenda sidang yakni mendengar keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu Supervisor Security Swiss-Belhotel, Benny Nugroho.
Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Supardja, Benny hanya bisa menceritakan apa yang dilaporkan oleh anak buahnya serta kesaksiannya dari rekaman CCTV. Pasalnya saat kejadian, Benny sedang tidak ada di lokasi.
Kepada hakim dia lebih banyak mengaku lupa dengan kejadian itu. "Saya banyak yang lupa," kata Benny saat memberikan kesaksian, Selasa (16/10/2012).
Jawaban yang seperti ini kerap mendapatkan cemooh dari simpatisan John Kei. Sidang yang berjalan selama kurang lebih 90 menit ini ditutup dengan luapan emosi dari John.
"Kau yang kasih keterangan yang benar, jangan kau tipu-tipu," kata John berang. "Hei, sekolah kau atau tidak sih?" ujarnya dengan nada yang makin tinggi sambil berdiri.
Melihat hal ini, Majelis Hakim pun mencoba menenangkan situasi dan menghentikan persidangan. "Sudah-sudah, tenang dulu. Nanti ada kesempatan Anda untuk berbicara," ujar Supardja.
Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemanggilan saksi. Pihak JPU akan menghadirkan, pihak hotel, sopir pribadi, dan pihak kepolisian.
Seperti diketahui, John Kei ditahan bersama dengan dua orang rekannya Josep Hungan dan Muchlis B Sahab dalam kasus pembunuhan Tan Hari Tantono alias Ayung pada 26 Januari 2012 lalu di Swiss-Belhotel, Mangga Besar.
John diduga menjadi otak dari pembunuhan tersebut. Dia didakwa dengan dakwaan primer Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 (Ayat 1) poin 1, 56 (Ayat 2) KUHP dengan ancaman hukuman mati, serta pasal subsider, yaitu Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seberat-beratnya 15 tahun penjara.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.