Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mali Sempat Kesulitan Hadiri Pertemuan OKI

Aulia Akbar , Jurnalis-Kamis, 06 Desember 2012 |22:02 WIB
Mali Sempat Kesulitan Hadiri Pertemuan OKI
Foto: Dok.OIC
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Sari Gumelar menilai, sebagai negara berkembang, Mali harus didukung untuk terus memberdayakan perempuan. Dukungan itu didasarkan karena Indonesia dan Mali sama-sama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Kita ingin bisa menolong negara-negara OKI yang membutuhkan bantuan. Perlu penyesuaian tentang apa yang bisa kita lakukan mengenai perlindungan perempuan dan anak di Mali. Kami memberikan semangat pada Mali," ujar Linda di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

Linda pun menjelaskan bahwa para delegasi-delegasi Mali mengalami kesulitan ketika harus hadir di Jakarta. Hal itu disebabkan karena negara Afrika yang masih mengalami gejolak politik itu tidak memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia.

"Kita tidak punya Kedutaan Mali, mereka (delegasi) yang mau kesini harus mendapat visa dari luar negeri bila mereka ingin ke Indonesia. Sesama negara OKI, kita juga harus memberi support," imbuhnya.

Selain mengadakan pertemuan bilateral dengan Mali, Mozambik dan Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengadakan pertemuan serupa dengan Iran, Kuwait dan Afghanistan. Pertemuan-pertemuan itu dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran pandangan Indonesia dan negara-negara anggota OKI.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement