JAKARTA - Gempa 7,3 SR mengguncang Jepang. Tidak lama kemudian, gempa susulan dengan skala yang lebih kecil, 6,2 SR, kembali terjadi.
Peringatan tsunami setinggi satu meter pun dikeluarkan di perairan Prefektur Miyagi, di timur laut Jepang. Prefektur Miyagi adalah salah satu wilayah yang dihantam gempa dahsyat pada 11 Maret 2011 lalu.
"Memang sempat terasa gempa yang cukup besar. Kebetulan saya sedang berada di kantor," ujar salah seorang warga Negara Indonesia (WNI) di Tokyo, Jepang, Junanto Herdiawan, saat dihubungi Okezone, Jumat (7/11/2012).
Namun Junanto menjelaskan, rekan-rekan sepekerjanya di negeri Sakura itu sudah terbiasa dan siap dengan gempa. "Jadi relatif tenang semua," dia mengimbuhkan.
Bagi dia, gempa di Jepang merupakan fenomena yang biasa. Hampir setiap minggu terjadi gempa. "Jadi secara umum masyarakat sudah bersiap," tutur Junanto.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gempa ini dirasakan hingga Ibu Kota Tokyo dan memicu peringatan bahaya tsunami di wilayah timur laut Jepang. Badan Survei Geologis Amerika Serikat (USGS) mengatakan, gempa berkekuatan 7,3 SR. Sebelumnya, pihak USGS memperkirakan kekuatan gempa mencapai 7,4 SR.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.