Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Didesak Rilis Foto Pemakaman Osama bin Laden

Aulia Akbar , Jurnalis-Jum'at, 11 Januari 2013 |13:00 WIB
AS Didesak Rilis Foto Pemakaman Osama bin Laden
Foto : Osama bin Laden (outdoorlife)
A
A
A

WASHINGTON - Mahkamah Banding Federal Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk merilis prosesi pemakaman mantan Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden. Namun Pemerintah AS belum menyetujui hal itu.

Lewat proses sidang yang berjalan Kamis kemarin, Pemerintah AS berpendapat bahwa foto-foto Bin Laden masih terlalu berhaya bila dirilis. Foto itu pun dipastikan mengancam keamanan AS.

"Mereka (militan) bisa menggunakan foto itu untuk memicu ketegangan. Mereka juga akan semakin terinspirasi untuk melancarkan serangan balasan," ujar pengacara di Departemen Hukum AS Robert Loeb, seperti dikutip Al-Arabiya, Jumat (11/1/2013).

LSM hukum Judicial Watch, berkomentar mengenai foto itu dengan mengatakan bahwa Dinas Intelijen AS (CIA) tidak memberikan penjelasandetil  setelah foto palsu Bin Laden muncul. Alasan mereka melarang perilisan foto itu didasarkan pada Undang-Undang Kebebasan Informasi.

"Kegagalan Pemerintah AS dalam menunjukkan bukti berupa 52 foto Osama bin Laden bisa menyebabkan masalah," ujar pengacara Judicial Watch Michael Bekesha.

Hakim Judith Rogers dan Merrick Garland mengutarakan kekhawatirannya atas desakan publikasi foto itu. Kedua hakim itu menyinggung serangan di kantor Kedubes dan Konsulat AS di Timur Tengah pada 9 September 2012.

Pemerintah AS pernah merilis foto penyelidikan kematian putra Saddam Hussein, Qusay dan Uday. Sebelumnya, mereka berpendapat bahwa warga Irak pantas untuk mengetahui, kedua putra Saddam Hussein tewas. Namun hal itu tidak berlaku dengan kasus Bin Laden.

"Penting bagi kita semua, foto seseorang yang ditembak tidak boleh beredar karena hal itu akan memicu kekerasan atau alat propaganda," ujar Presiden Barack Obama, pada 2011 lalu.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement