ANKARA - Turki tidak akan mengekstradisi menantu Osama bin Laden, Suleyman Abu Gheith, ke Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Turki dikabarkan akan mengekstradisi pria itu ke Iran.
Suleyman M, ditahan di Ankara karena memasuki Turki dengan paspor palsu. AS pun berencana menginterogasi Suleyman untuk mengetahui hubungannya dengan militan Al-Qaeda. Penangkapan Suleyman juga merupakan hasil kerja sama antara intelijen Turki dan Dinas Intelijen AS (CIA).
Sejauh ini, Suleyman sudah dianggap sebagai buronan AS. Suleyman ditangkap pada 1 Februari 2013 di sebuah hotel di Distrik Cankaya, Ankara. Pria yang sudah dicabut kewarganegaraannya oleh Kuwait, masuk ke Turki dengan menggunakan paspor Arab Saudi. Demikian, seperti diberitakan RAPSI, Selasa (5/2/2013).
Menurut penyelidikan, Suleyman sama sekali tidak terlibat dalam aksi teror apapun. Kejahatan yang dilakukannya hanyalah pemalsuan paspor.
Namun Suleyman sempat dikabarkan menjabat sebagai juru bicara kelompok militan sebelum melarikan diri ke Afghanistan. Media Turki pun melaporkan, Suleyman Abu Gheith hendak meminta suaka politik ke Turki.
Suleyman Abu Gheith adalah suami dari Fatima Bin Laden yang saat ini tinggal di Arab Saudi. Hingga kini, belum ada komentar dari Turki maupun AS mengenai penangkapan Suleyman.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.