WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Lebon Panetta mengatakan, guna mendapatkan informasi mengenai keberadaan Osama bin Laden, AS pada saat itu tak segan menggunakan metode interogasi penyiksaan. Metode penyiksaaan itu adalah waterboarding.
"Dalam memecahkan teka-teki intelijen yang akan mengantarkan kita ke sarang Bin Laden, ada banyak hal yang cukup memusingkan. Ya, beberapa taktik (interogasi yang dilakukan AS) sama seperti yang digunakan sebelumnya," ujar Panetta, seperti dikutip Daily Mail, Senin (4/2/2013).
"Namun faktanya, kami mengumpulkan banyak laporan intelijen tanpa harus meminta tolong," imbuhnya.
Panetta berkomentar untuk menanggapi film Zero Dakr Thirty yang bercerita mengenai penangkapan pemimpin Al Qaeda itu. Panetta pun menyinggung teknik interogasi waterboarding yang cukup kasar. Teknik itu digunakan para agen Dinas Intelijen AS (CIA) dalam misinya untuk mendapat informasi.
Seperti diketahui, waterboarding menjadi salah satu metode penyiksaan yang kontroversi. metode itu sering digunakan oleh CIA ketika menginterogasi para tersangka kasus terorisme.
Dalam metode waterboarding, wajah para tersangka dibalut oleh kain atau plastik. Agen-agen pun mulai menyiram wajah mereka dengan air sambil menginterogasinya. Para tersangka itupun terancam mati karena metode penyiksaan itu.
Beberapa pejabat AS mengklaim, metode waterboarding sudah digunakan selama bertahun-tahun. CIA pun mengkonfirmasi bahwa mereka melakukan hal itu terhadap sejumlah tersangka Al Qaeda. Salah satu di antara tersangka itu adalah Khalid Sheikh Mohammed yang diduga menjadi dalang Tragedi 9/11.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.