DUBAI - Seorang mantan pengawal Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden mengklaim, Bin Laden tewas karena bunuh diri dengan bom di sabuknya. Laporan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengenai kematian Bin Laden juga dinyatakan palsu.
Menurut Naeem Abdul Fattah, Pemimpin Al Qaeda itu memencet picu yang ada di sabuk tepat setelah pasukan AS menerobos markasnya di Abbottabad, Pakistan. Bom di sabuk Bin Laden meledak dan menewaskan dua orang pasukan AS.
Abdul Fattah yang berbicara dalam sebuah wawancara khusus dengan media Uni Emirat Arab menjelaskan, dirinya tidak ada di markas Bin Laden pada saat Operasi Geronimo berlangsung. Namun Abdul Fattah menerima laporan ini dari beberapa anggota keluarga Bin Laden.
"Bagian tubuh Bin Laden terpotong-potong menjadi beberapa bagian, aksi itu dibuat mirip seperti bom bunuh diri, sehingga pasukan AS akan kesulitan dalam menyelidikinya," ujar Abdul Fattah, seperti dikutip Gulf News, Jumat (14/6/2013).
Pria itu menambahkan, Bin Laden sudah mengenakan sabuk itu selama 10 tahun. Bin Laden nekat menggunakannya karena dia tidak ingin tertangkap oleh pasukan AS hingga akhir hayatnya.
Spekulasi atas kematian Bin Laden masih terus bermunculan hingga saat ini. Beberapa pihak juga sempat mengklaim, Bin Laden sudah tewas terlebih dulu karena sakit. Dinyatakan pula, semasa hidup, Bin Laden dilindungi oleh kelompok militan asal Rusia tersebut.
Seperti diketahui, laporan yang selama ini beredar menyebutkan bahwa pada 2 Mei 2011, Osama bin Laden tewas dalam operasi pasukan AS. Operasi militer itu juga menewaskan dua orang pengawal, satu putra, dan istri dari satu orang pengawal pria berjanggut lebat itu.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.