Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Keracunan Makan Siang Jadi 160 Orang

Heri Pranoto , Jurnalis-Rabu, 06 Februari 2013 |21:35 WIB
Korban Keracunan Makan Siang Jadi 160 Orang
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

KEBUMEN- Korban keracunan makan siang di SMP Muhamadiyah 2 Kebumen, Jawa Tengah, bertambah menjadi 160 orang yang terdiri dari siswa dan guru. Mereka keracunan makanan dari katering sekolah.

Dari total 180 siswa yang menyantap hidangan makan siang, hanya 160 orang yang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mereka mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing, dan muntah-muntah hingga kondisinya melemah.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kebumen, Sawali, mengatakan, korban keracunan merupakan siswa unggulan dari kelas VII, VIII dan IX. Setiap hari mereka mendapatkan jatah makan siang sebelum pulang pukul 15.00 WIB.

Menu hari ini adalah nasi putih, sayur bobor rebung, lauk tempe, dan ikan tongkol. Diduga, penyebab keracunan dari ikan tongkol yang digoreng. Sebab, seorang guru dan siswa yang tidak makan ikan tongkol selamat dari keracunan.

“Jumlah yang keracunan ada sekira 160 siswa. Kasus seperti ini baru pertama kali. Katering ini sudah dilakukan sejak empat tahun lalu,” jelas Sawali, Rabu (6/2/2013) sore.

Hingga Rabu sore, sudah ada siswa yang diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan di RSUD Permata Medika, Kebumen.

Tim medis Dinas Kesehatan Kebumen Bidang Penyakit Menular dan Kejadian Luar Biasa, membawa sampel sisa makanan untuk diperiksa di laboratorium Semarang. Sampel yang dibawa berupa nasi, sayur rebung, ikan tongkol dan tempe untuk mengetahui jenis makanan yang terkena racun. 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement