Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Makan Permen, 27 Murid SD di Sleman Keracunan

Priyo Setyawan , Jurnalis-Jum'at, 06 September 2013 |19:24 WIB
Makan Permen, 27 Murid SD di Sleman Keracunan
Ilustrasi
A
A
A

SLEMAN - Sedikitnya 27 siswa SD Negeri Krajan 1, Sidoluhur, Godean, Kabupaten Sleman, DIY, keracunan setelah mengonsumsi permen yang dijajakan di lingkungan sekolah. Semua korban dilarikan ke Puskesmas Godean untuk mendapat perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Mafilinda Nuraini, mengatakan, untuk mengetahui penyebab keracunan, pihaknya sedang meneliti dan meminta keterangan saksi dan korban. Selain itu, institusinya juga melakukan pencarian penjual permen untuk mengetahui asal jajanan tersebut.

“Dari keterangan saksi, penjual langsung meninggalkan sekolah. Laporan petugas, penjual sudah berhasil ditangkap, dan dari pengakuannya permen itu didapatkan dari pasar Ngijon, Moyudan, Sleman,” kata Mafilinda Nuraini, di Sleman, Jumat (6/9/2013).  

Setelah mengetahui asal-usulnya, akan mengambil sampel untuk penelitian sekaligus untuk mengetahui permen itu diproduksi sendiri atau memesan dari tempat lain. Hasil penelitian digunakan sebagai dasar untuk menindaklanjuti dan mengungkap kasus tersebut.

“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan instansi terkait,”  paparnya.

Menurutnya, Dinkes dan BPPOM terus melakukan monitoring, baik untuk kualitas makanan dan jajanan maupun kesehatan kantin sekolah. Selain itu, juga mengimbau anak didik untuk tidak jajan sembarangan dan tidak mengonsumsi makanan yang tidak layak.

“Untuk pengawasan ini tidak hanya di kantin sekolah, namun juga pasar,” tandasnya.    

Kabid Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Sri Wantini, menambahkan, agar kasus tersebut tidak terulang, meminta kepala sekolah untuk selektif dalam menyediakan jajanan di kantin sekolah. Terutama bahan makanan yang aman.

“Karena penjual makanan dan jajanan tidak hanya di kantin sekolah, namun di luar sekolah juga ada sehingga pengawasannya tidak mudah," ungkapnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement