Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Minyak Tanah Bersubsidi Langka, Warga Antre Berjam-jam

Wahyu Sikumbang , Jurnalis-Minggu, 10 Februari 2013 |07:09 WIB
Minyak Tanah Bersubsidi Langka, Warga Antre Berjam-jam
Warga mengantre minyak tanah bersubsidi (Foto: Wahyu S/Sindo TV)
A
A
A

AGAM- Warga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terpaksa mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan 10 liter minyak tanah bersubsidi. Kelangkaan tersebut telah terjadi sejak dua pekan terakhir.

Kelangkaan minyak tanah terjadi di Jalan Raya Pakan Kamih, Jorong Balai Panjang, Kecamatan Tilatang, Agam. Warga terpaksa menjejerkan jeriken di pengecer minyak tanah selama lebih dari dua jam.

Menurut warga, antrean panjang tersebut berulang kali terjadi. Sebab, pasokan minyak tanah bersubsidi mulai langka sejak pertengahan 2012.

Seorang warga, Nety, mengaku, dua pekan terakhir dia kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah. Selama ini dia enggan menggunakan gas elpiji untuk memasak karena takut meledak.

”Minyak tanah susah, jadi ngantri kalau minyak datang. Kami sudah lebih dari 15 hari tidak dapat minyak tanah,” kata Nety, Sabtu 9 Februari. 

Sementara itu, pengecer minyak tanah, Masrial, terpaksa melakukan pembatasan maksimal 10 liter untuk setiap pembelian. Harga satu liter minyak tanah dijual Rp4 ribu per liter, lebih murah dari pengecer lain yakni Rp6 ribu per liter.

“Pasokan minyak tanah sekarang kan subsidinya hampir habis, jadi sekarang meneruskan sampai habis masa  subsidinya. Entah kapan kami tidak tahu. Kami melayani minyak tanah subsidi ini ke masyarakat rata-rata 10 liter saja,” tutur Masrial.

Menurut Masrial, antrean panjang selalu terjadi setelah minyak tanah dipasok ke kiosnya. Akibatnya, 2.000 liter minyak tanah tersebut ludes kurang dari tiga jam.

Jika sebelumnya dia mendapat pasokan 12 drum minyak tanah setiap dua pekan sekali, namun sejak dua bulan terakhir dikurangi menjadi sembilan drum saja.

Meskipun konversi minyak tanah ke gas di Sumatera Barat belum dimulai, namun rencana tersebut membuat para spekulan berulah dengan menaikkan harga minyak tanah. 

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement