SEOUL - Seiring dengan meningkatkan eskalasi ketegangan di Korea, Amerika Serikat (AS) mengerahkan batalion pasukannya yang sudah dilengkapi pakaian anti-radiasi. AS khawatir, Korut benar-benar akan menembakkan misil berhulu ledak nuklir.
Para pasukan AS itupun mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan munculnya serangan. Mereka menguji beberapa perlengkapan yang mereka bawa untuk mendeteksi munculnya radiasi senjata nuklir, biologi, atau kimia. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (5/4/2013).
Batalion ke-23 yang memahami senjata pemusnah massal itu sudah meninggalkan Negeri Ginseng pada 2004 silam. Namun 250 pasukan dari batalion itu kembali dikirim pada Januari lalu untuk membantu pasukan Korsel.
Kewaspadaan AS terhadap ancaman Korut semakin meningkat usai Korut memindahkan misil Musudan (Taepodong-X) ke arah Korsel dan Jepang. Misil itu merupakan misil balistik jarak menengah yang sanggup menghancurkan target sejauh 3 ribu kilometer.
Selain itu, Korut juga memiliki misil jarak jauh barunya, KN-08. Menurut pejabat militer AS Laksamana James Winnefeld, misil KN-08 diprediksi sanggup menyerang wilayah AS di Pasifik seperti halnya Hawaii. Tak menutup kemungkinan pula, misil itu sanggup menggempur Alaska.
Negeri komunis Korea itu mengklaim, KN-08 bisa menggempur target sejauh 10 ribu kilometer. Namun para pengamat militer AS tidak yakin akan hal itu.
Kemarin, Korsel sudah mengumumkan bahwa mereka mengizinkan serangan ke Negeri Paman Sam. Ancaman itu cukup membuat pusing Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel yang akhirnya merencanakan penambahan sistem pertahanan misil baru di Guam.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.