BEOGRAD – Seorang mantan tentara Serbia dalam Perang Balkan melakukan aksi penembakan massal di desanya Selasa 9 April kemarin. Ljubisa Bogdanovic membunuh 13 korbannya dengan darah dingin.
Pihak kepolisian menerangkan, Bogdanovic pertama-tama membunuh anggota keluarganya. Pria berusia 60 tahun itu menembak ibunya, istrinya, putranya dan dua keponakannya. Dia lalu keluar rumah dan menembak tetangganya satu per satu.
Aksi Bogdanovic berhenti saat polisi datang ke tempat kejadian. Mantan tentara itu lalu bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.
Warga desa tidak mengira bogdanovic dapat melakukan aksi keji tersebut. Selama ini pria itu dikenal sebagai orang yang baik.
“Para tetangga sama sekali tidak curiga dan membukakan pintu untuknya. Tapi tiba-tiba dia menembaki mereka,” ujar seorang warga Radovan Radosavljevic.
“Dia adalah pria yang baik. Saya tidak mengerti kenapa dia melakukan itu,” lanjutnya.
Perangai Bogdanovic disebut berubah sejak pulang dari Perang Balkan. Saat itu dia menyaksikan pertempuran darah saat tentara Serbia bertempur melawan Kroasia.
Warga Serbia memang banyak yang belum dapat melupakan memori Perang Balkan. Perdana Menteri Serbia Ivica Dacic menyatakan akan mengeluarkan kebijakan pengendalian senjata agar peristiwa yang serupa tidak terjadi lagi.