MEDAN - Rumah makan cepat saji (KFC) di Jalan Sutomo, Medan, Sumatera Utara, mengalami kerugian hingga Rp2 miliar lebih, akibat menjadi sasaran amuk massa saat unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pada Senin 17 Juni malam.
Manajer KFC wilayah Sutomo, Ridwan, mengatakan, gedung KFC beserta isinya hancur dan berserakan karena dirusak para pengunjuk rasa. Sebagian besar isinya berserakan dan belum dibersihkan karena masih polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Mahasiswa merusak semua fasilitas yang ada di dalam dari kaca, televisi, dan lainnya sehingga diperkirakan kerugian mencapai Rp2 miliar lebih," kata Ridwan, saat memberi keterangan di Mapolresta Medan, Selasa, (18/6/2013).
Ridwan menjelaskan, KFC belum bisa beroperasi karena untuk memperbaikinya dibutuhkan waktu cukup lama. Pihaknya perlu mempersiapkan pengadaan peralatan, interior gedung dan lainnya, serta tiga unit sepeda motor deliveri yang ikut dibakar mahasiswa.
Saat mahasiswa berunjuk rasa, Ridwan memerintahkan karyawan untuk menutup tempat tersebut karena khawatir dirusak pengunjuk rasa. Hingga pukul 22.00 WIB, dia masih berada di dalam gedung untuk melakukan pengawasan dan penjagaan. Namun, setelah mengetahui DPR menyetujui RAPBN Perubahan 2013 melalui siaran televisi, Ridwan keluar karena khawatir akan keselamatan dirinya.
"Saya keluar dari kedung KFC sekira pukul 22.20 WIB karena khawatir terhadap keselamatan diri apalagi mahasiswa sudah semakin beringas dan tidak terkendali,"ceritanya.
Dia menyesalkan ulah mahasiswa yang merusak dan menjarah uang di meja kasir. Padahal, selama ini pihaknya selalu memenuhi permintaan mahasiswa pada saat berunjuk rasa dengan menyediakan air mineral sesuai permintaan mereka. Selain itu, mereka juga meminta uang keamanan.
Berdasarkan pantauan Okezone, gedung KFC yang terdiri dari dua lantai porak poranda setelah dirusak pengunjuk rasa. Interior dalam gedung berserakan, batu, kayu serta bekas bom molotov yang digunakan mahasiswa untuk merusak belum di bersihkan. Polisi sudah memasang garis pembatas police line untuk mengantisipasi warga masuk ke dalam.
Sekadar diketahui, ratusan mahasiswa HKBP Nomensen marah setelah mendengar DPR menyetujui pengesahan RAPBN Perubahan 2013. Dengan pengesahan itu artinya DPR sepakat dengan langkah pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Mereka lantas melempari dan merusak rumah makan yang berada di depan kampus tersebut.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.