Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Saksi: Tampang Korban Cebongan Serem-Serem

Prabowo , Jurnalis-Kamis, 04 Juli 2013 |23:08 WIB
Saksi: Tampang Korban Cebongan <i>Serem-Serem</i>
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA - Empat korban yang dieksusi mati Serda Ucok Tigor Simbolong memiliki tampang seram. Keempat orang itu adalah Dicky, Deddy, Juan dan Adi, dan menempati Blok A-5 Lapas IIB Cebongan, Kabupaten Sleman, DIY.

"Saat masuk itu kan berkenalan. Ada 11 orang masuk tahanan dari Polda, termasuk empat tahanan yang tewas ditembak," kata seoral saksi, Suratno, di Pengadilan Militer (Dilmil) II-11 Yogyakarta, Kamis (4/7/2013).

Suratno merupakan tahanan yang saat kejadian pada Sabtu, 23 Maret 2013 berada dalam satu blok dengan empat korban penembakan. Dia bersaksi bersama empat orang lainnya, yakni Setiawan, Hendi, Arif Nugroho, dan Tego Waseso.

Kelima saksi mengaku sempat berkenalan dengan empat korban sebelum tewas. Namun, di antara empat orang itu tidak ada yang mengatakan kasus yang menjeratnya.

"Biasa perkenalan dengan penghuni baru, mereka masuk itu pada Jumat 22 Maret," timpal Setiawan.

Kelima saksi yang dihadirkan ini masih mengingat nama 11 orang tahanan titipan tersebut. Nama yang diingatnya bukan sesuai kartu identitas, melainkan nama panggilan.

Mereka menyebut satu per satu, mulai dari Leo, Anwar, Ucup, Ngadiono, Sugiarto Bagor, dan Yusuf. Sementara empat nama lain yang juga masuk bersama, tetapi tewas karena ditembak mulai dari Dicky, Deddy, Juan, dan Adi.

"Saya taunya hanya nama pangilan, kalau nama aslinya enggak tau," imbuh Setiawan diamini empat rekannya.

Kelima saksi itu memiliki kesan untuk empat korban tewas. "Kalau saya melihat dari tampangnya, wajah-wajah mereka serem, ada yang postur tubuhnya besar seperti Dicky, wajahnya serem seperti Adi," papar Suratno.

Senada juga disampaikan Tego Waseso yang menegaskan empat korban memiliki wajah serem. "Saya melihatnya serem, sedikit takut," imbuh Tego

Tego bersama saksi lain mengaku tidak tau masalah yang menjerat empat korban hingga masuk ke Lapas Cebongan. Setelah kejadian, mereka baru mendapat informasi kalau keempat orang tersebut pelaku pembunuhan anggota Kopassus.

"Saat masuk mereka tidak bilang, saya tau setelah kejadian dari media dan teman-teman," paparnya.

Sidang menghadirkan lima saksi tahanan itu dipimpin oleh majelis hakim, Letkol Joko Sasmito, dengan terdakwa, Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng, dan Koptu Kodik.

Sidang akan kembali dihadirkan pada Jumat, 5 Juli dengan agenda sama, yakni memeriksa keterangan saksi. Saksi yang bakal dihadirkan juga dari para tahanan.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement