Share

Meski Jadi Top of Mind, Ical Kalah Terkenal dari Mega

Catur Nugroho Saputra, Okezone · Rabu 17 Juli 2013 23:50 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 17 339 838601 DiRhnMAkoB.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) boleh berbangga hati, karena dia merupakan salah satu kandidat yang paling diingat (Top of Mind) oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil survei Pusat Data Bersatu (PDB) yang bertemakan "Indonesia Mencari Pemimpin" menempatkan Ical dengan 21,82 persen sebagai capres paling diingat, kemudian diikuti Prabowo Subianto 20,59 persen, Jokowi 17,46 persen, Megawati 14,42 persen, dan Wiranto 5,88 persen.

"Nama Ical menjadi Top of Mind dikarenakan sering nongol di iklan televisi merah," kata Chairman PDB, Didik J Rachbini, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2013).

Dijelaskannya, kampanye yang dilakukan oleh Ical di televisi sudah membuat publik mengingatnya sebagai salah satu capres yang maju dari partai berlambang pohon beringin.

Untuk capres yang paling sering disebut oleh masyarakat, Didik menuturkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menempati posisi teratas dengan 37,4 persen, diikuti Ical 32,1 persen, Megawati 30,9 persen, Wiranto 25,6 persen, Jokowi 24,4 persen, dan Jusuf Kalla 24 persen.

"Prabowo sudah menjadi pembicaraan di masyarakat akan maju sebagai capres pada 2014," ujarnya.

Namun, sambung Didik, baik Ical dan Prabowo bukanlah nama capres yang dikenal oleh publik. Sebanyak 92,65 persen masyarakat ternyata lebih mengenal sosok Ketua Umum PDIP Megawati.

Kemudian, diikuti JK yang lebih dikenal masyarakat dengan 89,32 persen, selanjutnya Jokowi 86,15 persen, Prabowo 82,56 persen, Ical 76,32 persen, dan Wiranto 76,24 persen.

"Masyarakat lebih mengenal Megawati dan JK kemungkinan karena keduanya merupakan mantan presiden dan wakil presiden," jelasnya.

Survei ini diadakan pada tanggal 11 sampai dengan 18 Juni 2013 dengan wawancara tatap muka, menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 1.200 responden di 30 propinsi. Margin of error penelitian mencapai 2,8 persen dan memakai sampel yang dipilih secara acak (probability sampling).

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini