Help Me..."" />
SLEMAN - Tim pencari sempat mendengar teriakan minta tolong warga negara asing (WNA) asal Rusia, Ebrehnin Yeveny (26), yang tersesat di gunung Merapi sejak Sabtu, 10 Agustus lalu. Hingga hari ini Badan SAR Nasional (Basarnas) dan SAR gabungan masih melakukan pencarian.
"Kami memperkirakan korban berada di sekitar aliran Sungai yang berhulu di puncak gunung Merapi tersebut. Korban berteriak, help me.., help me, tetapi suaranya sudah tidak terdengar lagi," kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Semarang, Waluyo Raharjo, Kamis (15/8/2013).
Dia menambahkan, sekira pukul 03.00 WIB, regu penolong memberangkatkan satu SRU yang terdiri dari sembilan orang. Area pencariannya dari Pos II atau biasa disebut wilayah Rudal dengan ketinggian 1.850 mdpl menyisir ke bawah di sisi timur Sungai Boyong.
Kemudian, sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi, diberangkatkan lagi satu SRU yang terdiri sembilan personel Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,dan empat personel Basarnas. Area pencariannya menyisir dari Pos I naik ke atas, di sisi timur Sungai Boyong.
Selain itu, petugas Polda DIY, Polsek Cangkringan, BPBD DIY, BPBD Sleman, SAR DIY, SAR Kabupaten Sleman, RAPI Sleman, dan masyarakat sekitar juga turut melakukan pencarian.
Waluyo mengakui, proses pencarian terkendala medan terjal dan berhimpitan dengan jurang yang curam. Selain itu, jalur pendakian juga sudah berubah dari sebelumnya. Berubahnya jalur pendakian ini akibat erupsi pada 2010 yang menewaskan juru kunci Gunung Merapi, Mbah Marijan.
Pihaknya belum bisa memastikan kondisi korban saat ini. Namun, jika sudah diketemukan akan diberitahukan kembali. "Nanti kami informasikan kalau sudah ketemu," katanya.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.