nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuliah Jangan Belajar Melulu!!

Margaret Puspitarini, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2013 22:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 08 22 373 854127 m1WnmSUti6.jpg Foto : Nurkholis Ainun Najib dan Namirah Fatmanissa/USBI

JAKARTA - Siapa bilang para mahasiswa peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) cumlaude hanya melulu belajar dan belajar? Pada kenyataannya, banyak mahasiswa dengan IPK tinggi ternyata seorang aktivis dengan segudang kegiatan.

Tidak percaya? Nurkholis Ainun Najib dan Namirah Fatmanissa buktinya. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika itu dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi dalam wisuda angkatan pertama Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) karena berhasil meraih IPK cumlaude dan aktif dalam berorganisasi.

Nurkholis Ainun Najib mengungkap, kegiatan berorganisasi merupakan kesempatan berharga untuk melatih softskill. Peraih IPK 3,96 itu menyayangkan jika para mahasiswa menghabiskan waktu untuk belajar saja dan melupakan kegiatan organisasi.

"Jangan merasa puas karena empat tahun di perkuliahan sangat singkat. Sayang kalau hanya belajar dan belajar. Kegiatan organisasi penting untuk bekal saat kita memasuki dunia kerja nanti," ungkap Najib selepas seremoni wisuda angkatan pertama USBI di Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2013).

Sementara itu, Namirah Fatmanissa pun berbagi kunci sukses meraih prestasi dari segi akademis dan tetap eksis berorganisasi. Koordinator Divisi dan Inovasi Youth-Educators Sharing Network (ESN) itu menyebut, seimbang dalam membagi waktu antara keduanya adalah hal mutlak yang harus dilakukan.

"Ada orang yang menganggap sukses kuliah hanya belajar. Pulang kuliah belajar, mau ujian belajar, dan kerjakan tugas on time. Itu tidak berlaku bagi saya. Kalau saya hanya belajar saja, saya bisa gila," papar Namirah sembari tertawa.

Untuk itu, peraih IPK 3,97 itu menyiasati waktu jenuhnya dengan bermain bersama teman-teman dan menghabiskan waktu dalam komunitas. Namun, tetap ada waktu yang dialokasikan untuk belajar.

"Tipsnya, balance dalam mengatur waktu. Saat weekend saya main dan ketika keluarga datang saya ikut jalan-jalan. Namun, memang ada waktu di mana kita harus milih, mana yang menjadi prioritas. Tidak harus terlalu fokus dengan kuliah tidak masalah, asal tahu risiko. Waktu main ya main, waktunya kuliah, kuliah dan waktu untuk komunitas ya komunitas," tandasnya.

(mrg)

Berita Terkait

Universitas Siswa Bangsa Internasional

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini