nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usung Laboratorium Pintar, USBI Gandeng USAID

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Senin 09 Juni 2014 19:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 06 09 373 996290 zPuuIQyUQZ.jpg USBI gandeng USAID untuk laboratorium pintar. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) atau Sampoerna University menggandeng U.S Agency for International Development (USAID) serta berkolaborasi dengan Intel Indonesia Corporation, the New York Hall of Science (NYSci), dan Tufts University, untuk menerapkan program Smart Lab di Kampus USBI.

Dalam kerja sama tersebut, Smart Lab mengadakan pelatihan untuk para guru dengan mengundang 80 guru Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi dari sekolah negeri dan swasta di Jakarta, Bogor, dan Cianjur.

Tujuan Smart Lab sendiri untuk mengembangkan pendidikan ilmu sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) di Indonesia dengan cara meningkatkan kapasitas guru-guru sekolah menengah atas (SMA) dan memperkuat program keterlibatan masyarakat, serta menciptakan jaringan kerja sama untuk para pendidik STEM dan bertukar pengetahuan.

Diharapkan, melalui pelatihan ini, para pengajar dapat meningkatkan kapasitasnya untuk menyampaikan kegiatan belajar mengajar STEM dengan metode yang menyenangkan dan menarik.

Tujuan tersebut dapat dicapai melalui beberapa strategi, seperti mendirikan Smart Lab di kampus USBI, mendirikan empat sekolah percontohan yang akan menjadi pusat untuk mata pelajaran STEM, melatih 500 guru-guru STEM SMA dalam mengajar mata pelajaran STEM dengan lebih inovatif, menarik dan kreatif agar dapat menginspirasi 6 ribu siswa SMA untuk lebih terlibat dalam STEM dan mengejar karier mereka dalam bidang STEM.

Amerika Serikat, melalui U.S Agency for Internasional Development (USAID), mempunyai sejarah panjang dalam mendukung pendidikan ilmu sains di Indonesia. USAID Acting Assistant Administrator for the Asia Bureau, Denise Rollins mengatakan bahwa pihaknya bangga dapat meneruskan komitmen melalui SMART Lab untuk proyek sains, teknologi, teknik, dan matematika yang juga memiliki peran penting dalam menjamin kecerdasan pikiran yang analitis, inovatif, dan mempunyai kemampuan berpikir kritis yang kuat.

"Oleh karena itu, penting untuk para pengajar memiliki semua alat-alat yang dibutuhkan dan memanfaatkan praktek-praktek pengajaran yang terbaik. Bersandar dengan pondasi yang kokoh dari pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math), kami berharap para siswa akan bisa dipersiapkan secara matang untuk sukses dan berkontribusi dalam perkembangan dan kesejahteraan Indonesia," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (9/6/2014).

Selain itu, Intel yang mendukung pendidikan STEM di Indonesia pada tahun ini, Intel Foundation memberikan bantuan sebesar USD10 ribu atau setara dengan Rp117.900.000 untuk pengembangan proyek STEM Smart Lab ini.

Pada abad ke-21, keterampilan ilmu alam, teknologi, teknik, dan matematika sangat diperlukan untuk suatu negara dalam berkembang, bersaing, dan menghadapi tantangan global.

Rektor Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI), Prof. Dr. Aman Wirakartakusumah mengakui Indonesia membutuhkan sumber tenaga manusia yang berkualitas, sehingga mampu untuk bersaing secara global. USBI secara terus menerus menyambut kemitraan strategis dan saling menguntungkan dalam menciptakan pembaharuan dalam dunia pendidikan.

"Kami percaya, kerja sama ini adalah bagian dari usaha USBI untuk menciptakan pemimpin masa depan berkaliber tinggi guna, untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi," pungkasnya.

(ade)

Berita Terkait

Universitas Siswa Bangsa Internasional

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini