nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wah, USBI Beri Tiga Gelar dalam 4 Tahun

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Kamis 21 November 2013 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 11 21 373 900758 RtzykXaz35.jpg Ilustrasi. (Foto: Huffington Post)

JAKARTA - Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) akan membuka Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang menawarkan program transfer kuliah ke luar negeri selama empat tahun.

"USBI merupakan Universitas pertama di Indonesia yang dapat memberikan tiga gelar dalam empat tahun lewat program 'USBI International Pathway Program'," ungkap Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah, di Financial Club, Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) itu memaparkan, gelar pertama yaitu US-accredited Associate Degree melalui International Student Mobility Program yang saat ini merupakan kerjasama antara USBI dengan Lone Star College, Texas, Amerika Serikat (AS). Serta merupakan salah satu community college terbesar di Amerika Serikat (AS).

"Setiap mahasiswa USBI mendapatkan gelar US-accredited Associate Degree setelah menyelesaikan dua tahun pertama perkuliahan di USBI. Gelar ini memberikan pilihan bagi setiap mahasiswa USBI untuk memilih melanjutkan kuliah hingga lulus di USBI atau melanjutkan kuliah (transfer) ke universitas di AS atau negara lainnya pada tahun ketiga," beber jebolan IPB itu.

Selanjutnya ada Bachelor Degree dari Overseas University. Gelar ini diperoleh mahasiswa USBI yang pada tahun ketiga memilih melanjutkan studi di universitas di AS atau negara lainnya.

Kemudian gelar USBI Degree (S-1). Setelah mendapatkan gelar Bachelor Degree dari Overseas University, tambah dia, setiap mahasiswa USBI diwajibkan kembali ke USBI untuk memperoleh gelar Sarjana dari USBI dengan menyelesaikan Capstone Project, yaitu pembuatan tulisan akhir dalam waktu tiga hingga enam bulan.

"Untuk mahasiswa USBI yang memilih untuk melanjutkan kuliah di USBI hingga lulus, akan mendapatkan dua gelar, yaitu US-accredited Associate Degree dan USBI Degree (S-1)," kata Prof. Aman yang pernah memegang peranan sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk UNESCO itu.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini