JAKARTA - Penyebab meledaknya trafo di Gardu Induk Tegangan Ektra Tinggi (Gitet) PLN Cililitan, Jakarta Timur, diketahui lantaran beban listrik yang berlebihan.
Kapolsek Kramat Jati, Kompol Sri Handini mengatakan beban listrik yang berlebihan membuat trafo berkapasitas 500 Kilo Volt Ampera (KVA) panas dan menimbulkan percikan api.
"Trafo yang panas menimbulkan percikan api dan meledak," ujar Handini saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (3/10/2013).
Kejadian ini merupakan ketiga kalinya dengan penyebab yang sama. Kejadian pertama pada 29 September 2009 dan kejadian kedua pada 16 Januari 2013. "Penyebabnya sama," ucapnya singkat.
Kebakaran pada gardu penyaluran dan pusat pengatur beban Jawa-Bali untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten, ini menyebabkan jaringan listrik di sejumlah area di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan padam. Listrik padam itu terjadi antara lain di daerah Kalimalang, Mampang, Tebet, dan Pancoran.
Menurut Kepala Seksi Operasional Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur, Moelyanto, untuk mengatasi kekurangan suplai listrik, pihak PT PLN telah menggunakan suplai listrik dari gardu induk di Jakarta Utara dan Tangerang untuk wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang mengalami listrik padam.
"Informasi yang kami peroleh, PT PLN sudah menambah suplai listrik dari gardu di Jakarta Utara dan Tangerang," katanya.
Kebakaran ini tak hanya menyebabkan listrik padam, tetapi juga kemacetan di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo sepanjang hampir satu kilometer, dari terowongan Cawang hingga Pusat Grosir Cililitan. Kemacetan tak hanya disebabkan kesibukan para petugas pemadam kebakaran, tetapi juga warga yang berusaha mendekat ke GITET Cawang.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.