JAKARTA - Bahasa alay yang menjadi fenomena belakangan ini ternyata tidak hanya digandrungi oleh kawula muda saja. Ada juga loh seorang guru yang mengajar menggunakan bahasa alay. Hah, ciyus?
Dia adalah Guru SMK Bina Informatika Bintaro, Tangerang Selatan, Sinta Dewi. Namun, dia tidak menggunakan bahasa anak muda itu dalam setiap mengajar.
Menurutnya, bahasa tersebut digunakan hanya sebagai sebagai tehnik agar proses belajar mengajar bisa tidak terjadi gap antara guru dan siswa. Misalnya, untuk sekedar plesetan anak-anak muridnya.
"Kita juga sebagai guru kalau misalnya mengajarkan tidak terlalu kuno juga, nanti murid-muridnya jadi ikut-ikutan kuno juga," ucapnya, kepada Okezone, di Jakarta, belum lama ini.
Sejuah ini Guru yang mengajar 3D Modelling ini mengaku belum melihat dampak negatif dalam penggunaan sehari-hari. Dengan catatan penggunaan bahasa itu bisa digunakan dalam kondisi yang tepat. "Anak muda itu tidak bisa ditahan-tahan, mungkin dikasih penyuluhan saja," ujarnya
Sinta mengatakan, meski bahasa alay kelihatannya keren, tetapi lambat laun akan menghilang dengan sendirinya.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.