Ungkap Suap di Ditjen Bea Cukai, Polri Gandeng PPATK

Fiddy Anggriawan , Okezone · Senin 18 November 2013 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 18 339 898862 VwSEL2dmaR.jpg

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi dalam kasus dugaan suap dan pencucian uang dengan tersangka pejabat Direktorat Bea dan Cukai Heru Sulastyono.

Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Brigjen Pol Arief Sulistyanto, penyidik telah mengirim surat ke PPATK perihal permohonan mengirimkan bantuan analisis.

"Jumat 15 November, yang lalu kita sudah menerima surat dari PPATK, pada surat ini jawaban atas permintaan kami untuk menugaskan tim ahli analisis, analis-analis dari PPATK untuk bergabung dengan kami untuk mendukung kami dalam melakukan pengkajian terhadap semua transaksi yang ada," kata Arief di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (18/11/2013).

Arief menambahkan, PPATK sepakat mengirimkan tiga orang analisnya untuk membantu penyidik Polri mengusut transaksi-transaksi keuangan terkait kasus Heru. Heru diduga menerima suap dari Komisaris PT Tanjung Jati Utama, Yusran Arif sebesar Rp11,4 miliar.

"Ada tiga orang (analis PPATK). Kita tinggal menunggu kehadiran mereka. Mereka ahli, dari sisi keahlian analis," tegasnya.

Dilanjutkan Arief, pengkajian transaksi diperlukan dalam setiap kasus pencucian uang. Selain itu, para analis nantinya akan dijadikan saksi ahli dalam persidangan.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini