SURABAYA - Muji Suryanto (46), pengedar uang palsu yang ditangkap oleh Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, sudah empat kali melakukan transaksi dengan bandar bernama Edy. Pria itu kini dalam buruan petugas.
"Upal tersebut berasal dari tersangka Edy yang saat ini buron. Muji menerima uang dari Edy sebanyak empat kali, mereka transaksi di Jawa Tengah," ujar Kasubbid Pen Mas Polda Jatim, Kompol R Bambang, di Mapolda Jatim, Kamis (5/12/2013).
Polisi membekuk warga Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, itu berdasarkan pengembangan dari tersangka Slamet Riyadi (45) yang ditangkap lebih dulu di Madiun. Slamet membeli upal tersebut dari Muji dan dari keduanya disita 420 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan lima lembar dolar Singapura.
Bambang menjelaskan, transaksi pertama dilakukan Muji dan Edy pada Oktober lalu di Terminal Bus Solo. Saat itu, Edy menyerahkan uang palsu sebanyak Rp200 ribu sebagai contoh.
Di pertengahan bulan, barulah Edy menyerahkan uang palsu dalam jumlah besar yakni sebanyak 50 lembar pecahan Rp100. "Uang itu ditukar dengan uang asli sebesar Rp2,5 juta," terangnya.
Pada akhir Oktober 2013, keduanya bertemu lagi dan bertransaksi upal sebesar Rp35 juta dengan ditukar uang asli sebesar Rp15 juta. Terakhir pada bulan November, Muji menerima uang palsu dari Edy sebesar Rp10 juta.
"Uang palsu yang ada pada Muji diedarkan ke pembeli lain, termasuk kepada Slamet dengan sistem dua banding 1. Misalnya Rp2 juta uang palsu berarti ditukar dengan Rp1 juta uang asli," tuturnya.
Bambang menjelaskan, motif kepentingan ekonomi menjadi alasan keduanya mengedarkan uang palsu. Disinggung kemungkinan uang tersebut akan dipergunakan untuk money politic mengingat tahun politik segera tiba, dia enggan berspekulasi.
"Sejauh ini motif mengedarkan upal masih dalam tahap kepentingan ekonomi. Untuk ke arah sana (kebutuhan money politic) masih kami dalami," kata Bambang.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.