BERJALAN gontai keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, perempuan setengah baya itu langsung diburu puluhan juru warta. Sisa-sisa kecantikan wajahnya ternyata tidak ampuh lagi mempesonakan para juru kamera forografer, dan reporter, agar ia diberi sedikit jalan menuju mobil tahanan.
Walhasil, mobil tahanan yang berjarak hanya lima langkah dari pintu keluar gedung antikorupsi itu jadi seperti ikut-ikutan menjauh. Namun, semua pertanyaan dari para wartawan yang mengikutinya seiring ia melangkah, dijawabnya hanya dengan diam dan cucuran air mata.
Di luar gedung, seribuan pendukungnya yang diklaim sebagai kumpulan pendekar Banten hanya bisa melihat saja. "Ini Jakarta, bukan Banten. Ayo kita bubar!," kata salah satu dari mereka berteriak kepada teman-temannya setelah mengetahui perempuan yang dipuja-puja sepanjang hari itu akhirnya ditahan.
Perempuan berusia 51 tahun itu adalah Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Di muka Ratu Atut penyidik KPK menunjukkan tradisi 'Jumat Keramat' pada Jumat pekan lalu (20/12/2013), dengan menggelandangnya ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur dan mengabaikan ancaman bakal 'diserang' seribuan jawara-jawara Banten.
Sejak adiknya, Tubagus Chaeri Wardana ditangkap penyidik KPK, 4 Oktober lalu, Ratu Atut memang menjadi sorotan. Banyak analisa hukum dan politik yang menilai kader Partai Golongan Karya ini bersama Chaeri Wardana memberi suap Rp1 miliar kepada Akil Mochtar semasa menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi dalam penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten.
OTT Akil Mochtar & Dinasti Politik Ratu Atut
Awal kisah Ratu Atut bermula dari cerita operasi tangkap tangan Akil Mochtar di rumah dinasnya, kompleks Widya Chandra III, nomor 7, Jakarta Selatan, 3 Oktober lalu. Dia ditangkap tangan penyidik KPK malam-malam dalam upaya menerima uang Dolar Amerika dan Dolar Singapura bernilai hingga Rp 3 miliar dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Chairun Nisa dan pengusaha Cornellis Nalau.
KPK mengendus suap terhadap Akil berkaitan penanganan sengketa Pilkada di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Setelah menangkap Akil, Chairun Nisa, dan Cornellis Nalau, malam itu juga KPK bergerak ke Hotel Red Top, Jakarta Pusat, menangkap Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih, yang sedang menginap di sana.
Dari kasus ini, terkuak pula bahwa Akil Mochtar ada main di Sengketa Pilkada Lebak, Banten. Selang beberapa jam setelah Akil cs ditangkap, KPK bergerak menyeret adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chairi Wardana, dan pengacaranya, Susi Tur Andayani. Dari tangan mereka, KPK menyita uang Rp1 miliar yang diduga akan diberikan kepada Akil.
Akil Mochtar dan orang-orang yang diduga menyuapnya itu ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di Rumah Tahanan KPK. Belakangan, Akil juga dijerat pasal Pencucian Uang. ia disangka telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan harta yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi.
Begitu kabar ditangkapnya Chairi Wardana menghiasi berita-berita utama media, perhatian publik seketika terarah ke Ratu Atut dan dinasti politiknya. Banyak kalangan terutama dari Banten meyakini bahwa Ratu Atut ikut bermain di Sengketa Pilkada Lebak, Banten.
Tokoh Banten, Ahmad Subadri, mendatangi KPK dua pekan setelah Chaeri Wardana ditangkap dan menuding Ratu Atut Chosiyah pasti turut terlibat. Subadri bersama sejumlah tokoh Banten menemui pimpinan KPK dan mendesak Ratu Atut segera diperiksa. "Korupsi di Banten ini tercium baunya tapi susah dibuktikan. Karena canggih," ungkap Subadri.
Di Banten, Ratu Atut memang ibarat seorang ratu. Dia mengukuhkan akar politik dinasti di Tanah Jawara tersebut dengan menggunakan Partai Golkar sebagai kendaraan politiknya. Ia menanamkan keluarga dan kerabat dekatnya menduduki jabatan penting pemerintahan.
Mendiang suami Ratu Atut, Hikmat Tomet menjadi anggota Komisi V DPR, dan anak pertama Atut, Andhika Hazrumy menjadi anggota DPD dari Provinsi Banten. Istri Andhika, Ade Rosi Khairunnisa, menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Serang.
Adapun anak kedua Atut, Andiara Aprilia, dan suaminya, Tanto Warsono Arban adalah calon anggota DPR. Ibu Tiri Atut, Heryani menjadi Wakil Bupati Pandeglang. Adik kandung Atut, Ratu Tatu Chassanah, menjadi Wakil Bupati Serang. Bahkan, adik tiri Atut, Tubagus Chaerul Jaman, menjadi Wali Kota Serang dan iparnya atau istri Chaeri Wardana, Airin Rachmi Diany menjadi Wali Kota Tangerang Selatan.
Namun, Ratu Atut melalui juru bicara keluarga, Fitron Nur Ikhsan, berkukuh tidak ada yang salah dengan dinasti politik yang dia bangun di Banten. Fitron mengklaim keluarga besar Atut terpilih sesuai proses demokrasi. "Kita kan melihat sesuatu yang kita simpulkan sebagai dinasti ini di etalase yang sudah jadi. Keluarga Atut ikut proses konstitusi. Semua klausul dalam pemilukada sudah diikuti," kata Fitron di Gedung Joeang 45, Jakarta, Kamis (17/10/2013).
Sebagai contoh, kata Fitron, adik ipar Atut, Airin Rachmi Diany terpilih menjadi Wali Kota Tangerang Selatan setelah berhasil melewati tahapan demokrasi yang diatur undang-undang. Fitron menuding isu dinasti politik Ratu Atut memang sengaja dibangun dengan tersusun untuk mengganggu kemapanan politik di Banten. "Fenomena di Banten, saya melihat ada sebuah grand design," ujar Fitron.
Akhir Perjalanan Politik Ratu Atut di Banten
Di sejumlah kesempatan, Ratu Atut sesumbar sama sekali tidak terkait kasus yang menjerat Chairi Wardana. Tim pengacaranya juga berkali-kali menegaskan Ratu Atut tidak melakukan korupsi seperti yang selama ini dituduhkan.
Namun, bantahan demi bantahan itu seperti rontok sendiri saat Ketua KPK, Abraham Samad, mengumumkan status tersangka Ratu Atut, 17 Desember lalu. Menurut Samad, berdasarkan hasil ekspose atau gelar perkara pada Kamis, 12 Desember, KPK telah menemukan lebih dari dua alat bukti keterlibatan Atut dalam pemberian Rp 1 miliar kepada Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten.
KPK kemudian mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) empat hari setelah ekspose digelar. "Dalam kasus tersebut, tersangka dinyatakan secara bersama-sama atau turut serta dengan tersangka TCW (Tubagus Chaeri Wardana) dalam kasus pemberian terhadap ketua MK Akil," kata Abraham di Gedung KPK.
Selain menetapkan status tersangka di kasus Pilkada Lebak, Ratu Atut juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Alat Kesehatan Banten. Namun, kata Abraham, penyidik masih membutuhkan waktu untuk merekonstruksikan perbuatan dan pasal-pasal yang akan disematkan kepada Atut. "Dalam kasus Alkes Banten, untuk sementara sudah disepakati sebagai tersangka. Namun, demikian masih perlu direkonstruksikan perbuatan dan pasal-pasalnya dalam surat Perintah Penyidikan (Sprindik)," tegas Abraham.
Baru ditetapakan sebagai tersangka, KPK bergerak cepat. Penyidik menjadwalkan pemeriksaan bagi Ratu Atut, tiga hari setelah ditetapkan tersangka. Berhembus kabar, Atut bakal langsung ditahan usai diperiksa terkait kasus sengketa Pilkada Lebak di 'Jumat Keramat'.
Dan, ternyata benar, setelah enam jam menjalani pemeriksaan, Ratu Atut yang saat tiba di Gedung KPK tampil mengenakan setelan kembang-kembang, begitu keluar sudah didandani dengan busana tambahan; rompi oranye bertuliskan 'Tahanan KPK' di punggung. Sambil menangis, Ratu Atut digelandang menuju Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Namun, diduga ada kasus korupsi lain yang mengintai Ratu Atut. Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, menyatakan selain tersandung kasus sengketa Pilkada Lebak dan proyek pengadaan Alkes Banten, Ratu Atut diduga bermain di kasus-kasus lain. "Sebetulnya fokus ke sana (Alkes). Tapi (kasus) yang lain banyak. Kalau ini digabung langsung, ini strategi," kata Zulkarnain.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, menyatakan kasus-kasus korupsi Atut yang lain di antaranya terkait pemberian dana Bantuan Sosial Banten. Menurut Adnan, kasus Bansos Banten sedang didalami penyidik. "Sedang didalami. Tetapi yang penting sekarangkan sudah makin jelas posisi Atut. Yang ini tinggal didalami. Oh terbuka kemungkinan (Atut jadi tersangka dalam kasus Bansos)," ungkap Adnan.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.