Ajukan Gugatan Pileg & Pilpres Bersamaan, Yusril Klaim Tak Ada Kekacauan

Angkasa Yudhistira, Okezone · Selasa 21 Januari 2014 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 21 339 929536 oXf3lzXUrW.jpg Yusril Ihza Mahendra (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena dirinya menganggap beberapa pasal dari Undang-Undang Pemilihan Presiden, bertentangan dengan UUD 1945.

"Dan saya akan pertahankan pendirian saya di MK ini. Saya optimis, saya yakin kalau Mahkamah Konstitusi besikap objektif, adil, bijaksana, sebagai negarawan, mereka akan mengabulkan permohonan saya," ujar Yusril setelah menjani sidang perdana di Gedung MK, Selasa (21/1/2014).

Dalam gugatannya tersbut, Yusril menginginkan agar gelaran Pileg dan Pilpres pada Pemilu 2014 dilangsungkan secara bersamaan.

Terhadap pihak-pihak yang merasa ragu merasa khawatir akan tuntutannya, Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan tidak ada hal yang perlu ditakutkan. Lantaran ia meyakini MK akan memutuskannya dengan adil. "Kalau sekiranya ini ditierima Mahkamah Kosntitusi, maka pemilu akan disatukan dan saya dengar KPU siap melaksanakan putusan MK," terangnya.

Karenanya, mantan Menteri Hukum itu menegaskan, tidak akan terjadi kerusuhan dan kekacauan jika gugatannya disetujui MK.

"Sebab, yang terjadi adalah pemilihan umum untuk DPR, DPD dan DPRD hanya akan diundur sampai dengan bulan Juli tahun 2014 dan pelantikan anggota tetap tanggal 1 Oktober, dan pelantikan Presiden akan tetap dilaksanakan tanggal 20 oktobet 2014. Tidak akan ada kekacauan kecuali mereka mau bikin kacau," bebernya.

Yusril menegaskan, tidak pernah memiliki niatan untuk membuat kacau negara. Mempertahankan hak konstitusi dan menjaganya agar tetap konsinten, menjadi alasannya mengajukan gugatan tersebut. "Kalau ada pihak-pihak yang mengatakan ini akan mengganggu jadwal pemilu, akan menggangu tahapan pemilu, penyediaan pemilu, semua itu hanya soal teknis. Soal teknis tidak dapat mengalahkan  ketentuan-ketentuan konstitusi," tukasnya.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini