nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur Papua Tuding Aparat Jual Senjata ke Masyarakat

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Kamis 06 Februari 2014 16:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 02 06 337 937010 wj6MO9QQa0.jpg

JAKARTA- Gubernur Papua Lukas Enembe menyambangi Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso guna membahas kondisi terkini di Negeri Cendrawasih tersebut. Salah satu yang dibahas adalah maraknya kontak senjata antara kelompok bersenjata dengan aparat di Papua.

Menurut Lukas, penembakan itu terjadi karena ulah aparat yang justru datang ke Papua dengan menjual amunisi ke masyarakat lokal. "Kapolri dan Panglima tertibkan itu amunisi, karena amunsinya dijual oleh anggota kita sendiri," tegas Lukas saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Dia pun curiga terhadap persediaan peluru kelompok bersenjata yang tidak pernah habis saat baku tembak dengan aparat. Lukas juga membantah bila ada pembelian senjata ilegal di Papua, karena keamanan di sana sangat ketat. "Sulit membawa senjata atau amunisi ilegal dari luar Papua kecuali membeli dari aparat yang bertugas," katanya.

Sementara anggota Komisi I DPR Yorrys Raweyai mengatakan, kejanggalan juga terjadi saat para aparat yang datang dari luar Papua membawa penuh amunisi. Tapi, setelah pulang amunisi dinyatakan habis.

Politikus Partai Golkar ini yakin kelompok bersenjata di Papua mendapat amunisi justru dari aparat keamanan sendiri. "Dari mana amunisi bisa masuk ke sana? Ada indikasi pasukan di-BKO-kan datang bawa peluru, pulang tak bawah apa-apa. Jadi ada istilah, datang bawa M16 pulang bawa Rp16 M," kata Yorrys.

Menurut dia, amunisi dijual oleh para aparat keamanan dengan harga Rp1.500 per butir. Dia juga yakin hal ini terjadi karena selongsong yang ditemukan dalam penyisiran tempat kontak senjata itu berasal dari PT Pindad kerap digunakan aparat keamanan.

"Amunisi terbatas, kenapa kontak senjata dari tahun ke tahun amunisi tidak pernah habis temuan selongsong buatan Pindad, dari mana itu barang?" tandasnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini