PYONGYANG - Laporan setebal 374 halaman dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kekejaman dari Pemerintah Korea Utara (Korut). Sebelumnya, lima dugaan pelanggaran HAM dan kekejaman oleh Pemerintah Korut sudah dipaparkan.
Laporan tersebut dikeluarkan pada Selasa, 18 Februari 2014. Berikut lanjutan lima dari 10 pelanggaran yang dianggap paling parah oleh penyelidik PBB, seperti dipaparkan oleh Telegraph, Rabu (19/2/2014).
6. Korut melakukan penulisan ulang sejarah.
Menyusul eksekusi yang diperintahkan oleh pemimpin Korut saat ini, Kim Jong-Un, terhadap pamannya Jang Song-Thaek, sekira 35 ribu artikel dari kantor berita Korut, KCNA dan 20 ribu lainnya dari website Rodong Sinmun, dihapus. Langkah ini ditengarai sebagai upaya untuk menghapus jejak Jang dari sejarah Korut, sekaligus upaya Jong-Un untuk menunjukkan kekuasaannya.
7. Kekerasan seksual biasa dilakukan oleh pejabat negara.
Saksi yang berbicara kepada penyelidik PBB mengaku bahwa kekerasan terhadap perempuan biasa dilakukan oleh pejabat negara. Penyiksaan ini tidak hanya dialami oleh perempuan di dalam rumah, tetapi perempuan biasa disiksa secara seksual di muka publik.
Para pejabat pemerintah kerap menjadikan kekerasan seksual sebagai hukuman. Umumnya para pejabat yang melakukan tindakan tersebut adalah prajurit. Sementara tindak pemerkosaan terhadap anak-anak kerap diberikan hukuman, hal berbeda justru diterapkan pada kasus pemerkosaan di mana korban usia dewasa. Pemerkosaan terhadap perempuan dewasa justru tidak dianggap sebagai kejahatan.
8. Rakyat Korut dibagi dalam tiga kasta dan 51 kategori berdasarkan tingkat loyalitas mereka.
Kasta Inti, yang terdiri dari rakyat berasal dari keluarga pekerja, keluarga dari anggota partai yang masuk dalam pergerakan revolusi. Selain itu, kasta ini juga termasuk dari keluarga pahlawan, kaum intelektual, keluarga dari korban perang Korea serta keluarga dari mereka yang setia terhadap pemerintah.
Kasta Umum yang termasuk di dalamnya kalangan pedagang, seniman, pemiliki usaha kecil serta kelompok warga yang berasal dari Korea Selatan (Korsel) dan keluarga dari warga Korut yang pergi ke Korsel. Warga Korut yang dideportasi dari china juga termasuk dalam kasta ini. Kasta ini juga termasuk mereka yang sempat memiliki pengaruh dalam lingkungan masyarakat.
Kasta Kompleks terdiri dari mereka yang merupakan petani kaya, pedagang, industrialis, pemilik lahan atau mereka yang memiliki aset pribadi dan sudah direbut oleh pemerintah. Pembelot dari Korsel juga termasuk dalam kasta ini. Sementara beberapa kelompok agama seperti Katolik dan Budha juga berada di dalam Kasta Kompleks. Anggota partai dan pejabat yang dikeluarkan juga termasuk dalam kasta ini serta mereka yang membantu Korsel dalam Perang Korea.
Selain itu, ada pula keluarga dari mata-mata yang tertangkap atau dipenjara. Kelompok kapitalis yang asetnya sudah direbut oleh pemerintah juga termasuk dalam kasta ini.
9. Korut diperkirakan sudah menculik sekira 200 ribu warga asing sejak 1950, termasuk perempuan yang dijadikan istri.
Warga asing yang diculik oleh Korut mencapai angka 200 ribu orang. Beberapa dari mereka yang diculik merupakan perempuan yang berasal dari Eropa, Timur Tengah, dan beberapa negara Asia. Sebagian besar dari perempuan itu, dijadikan istri kepada warga asing yang sudah tinggal di Korut sejak lama.
10. Satu saksi mengaku melihat seorang perempuan menyelundupkan kabel tembaga di dalam jasad bayinya.
Menurut keterangan seorang saksi kepada penyelidik PBB, dirinya melihat seorang perempuan menggendong bayi pada punggungnya. Perempuan itu kemudian meletakkan bayinya di meja, tetapi saksi menyadari bahwa bayi itu berusia sekira 18 bulan dan sudah meninggal.
Saksi mengaku melihat ada darah di sekitar perut bayi itu. Ketika polisi bertanya, perempuan itu hanya bisa menangis dan diiringi oleh tindakan polisi yang tiba-tiba saja merobek perut bayi tersebut. Ternyata ada sekira kabel tembaga seberat dua kilogram ditemukan di dalam perut bayi. Ini menunjukkan bahwa rakyat Korut akan berbuat apapun untuk tetap bertahan hidup.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.