Serangan Akbar Pengaruhi Elektabilitas Golkar

Mohammad Saifulloh, Okezone · Senin 14 April 2014 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 14 568 970006 xKdLfJXyqG.jpg

JAKARTA - Kritik tajam yang sering dilontarkan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tanjung serta sejumlah elit lainnya, kepada Aburizal Bakrie (ARB), disinyalir berpengaruh terhadap elektabilitas partai. Seandainya para kader Golkar tidak saling bermanuver tentu perolehan suaranya bakal lebih baik.

 

eneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, menyatakan serangan terhadap ARB sudah sering terjadi. Datangnya dari berbagai pihak, tidak terkecuali dari internal Golkar, seperti yang dilakukan Akbar Tanjung.

 

Pencetus konvensi capres di tubuh Golkar ini mengkritisi pencapresan ARB. Akbar menyatakan salah satu penyebab Golkar tidak bisa mencapai target perolehan suara adalah partai terlalu fokus pada pencapresan ARB.

 

Dia menyatakan tidak menutup kemungkinan kritikan ini berpengaruh terhadap penurunan elektabilitas Golkar. Pada penghitungan cepat, Partai Golkar diprediksi mendapat 14-15 persen perolehan suara. Padahal, dalam survei sebelum pemilu, partai ini diperkirakan meraih lebih dari 25 persen suara.

 

Adjie menyatakan seandainya kader Golkar tidak saling serang, bisa saja partai ini lebih maksimal mendapat suara.

 

Wasekjen DPP Golkar, Satya Wira Yuda, menyatakan apa yang dilakukan Akbar Tanjung adalah masukan untuk memaksimalkan strategi pemenangan partai pada pemilu nanti. "Ini kami anggap masukan," jelasnya.

 

Pihaknya berharap masukan terkait Golkar dapat disampaikan dalam rapat pimpinan, sehingga dapat dibicarakan dengan bijak.

 

Sementara itu, pengamat politik Konsep Indonesia (Konsepindo), Kholis Ridho, menilai parpol harus solid. Konsolidasi di dalam sangat penting sebelum dengan parpol lain untuk koalisi. "Kecuali memang strategi yang dipakai adalah belah sel, memisah, menguasai dan menyatu kembali," ulasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini