JAKARTA - Ada yin, ada yang. Ada hitam, ada putih. Semua hal di dunia ini ada penyeimbangnya. Begitu juga dalam hal pendidikan tinggi.
Contohnya, di kampus teknik, banyak juga mahasiswa penyuka seni. Tentu saja, kalau dilihat, kedua dunia itu sangat jauh berbeda. Tetapi sebenarnya, mereka bertalian.
Bahkan, salah satu kampus teknik unggul dunia, University of Southern California (USC) memanfaatkan seni tidak hanya untuk menyeimbangkan kehidupan akademik mahasiswanya, tetapi lebih dari itu. Rektor USC CL Max Nikias kerap mendorong anak didiknya menjadi melek seni. Meskipun latar belakangnya adalah teknik, Nikias selalu memiliki passion tersendiri untuk seni, khususnya teater. Nikas percaya, sains dan teknologi adalah alat mencapai tujuan, tetapi seni yang hebat membuat kita dewasa sebagai manusia.
"Ketika masih kuliah, saya meleburkan diri dalam karya klasik periode Greco-Roman; dramanya, cerita-ceritanya, mitosnya. Semua karya ini membantu saya membentuk cara pandang dan membantu saya mendefinisikan diri," ujar Nikias pada suatu kesempatan. 
Suami Niki C Nikias itu juga meyakini, kekuatan seni dapat mengubah seseorang. Seni, kata Nikias, seharusnya tidak disimpan di luar kehidupan, tetapi di dalam hati dan menjadi bagian kehidupan, cara hidup. Melalui seni, kita dapat melihat seseorang mengekspresikan nilai-nilai universal, misalnya kepemimpinan.
Dalam perbincangan Okezone dengan Nikias di sela-sela kunjungannya ke Jakarta baru-baru ini, dia menyebut, menyadari pentingnya seni dalam kehidupan, kampusnya pun membuka diri untuk berbagai kegiatan seni; baik yang dihelat mahasiswa maupun pihak universitas. Sebab, menurut Nikias, seni dapat membangun nilai-nilai positif seperti kepemimpinan dan kreativitas.
"Ini juga penting. Saya selalu menyampaikan, apa pun bidang studi yang Anda tekuni, Anda harus mengapresiasi dan menghormati bidang humaniora dan seni," tutur Nikias.
Setiap pekan, ada saja kegiatan seni di kampus USC. Mulai dari festival musik, festival drama dan teater hingga pembahasan buku. Proses penanaman dan pembelajaran melalui kegiatan seni di antaranya ditunjukkan dengan keberadaan sesi tanya jawab dengan para seniman yang terlibat dalam suatu pertunjukan.
Di mata pakar dalam bidang digital media, signal processing dan biomedis itu, seni merupakan pembawa pesan kehidupan. Melalui seni, kata Nikias, mahasiswa dapat mempelajari berbagai hal tentang kehidupan yang tidak akan mereka dapatkan di ruang kelas. 
Jadi, imbuhnya, ketimbang menyelenggarakan kelas khusus yang mengajarkan "pendidikan kehidupan", pesan tersebut akan lebih mudah sampai melalui berbagai kegiatan seni di kampus. Cara ini pun akan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Menurut Nikias, kunci membangun nilai-nliai positif dan kreatif dalam diri mahasiswa adalah mereka harus melakukannya dengan cara yang mereka sukai.
"Anda tidak bisa memaksakan itu. Hal paling penting adalah membangun lingkungan yang tepat agar mereka bisa mengembangkan kemampuan tersebut secara alamiah," imbuhnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.