JAKARTA - Akses serta mutu pendidikan yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya, menjadi salah satu penyebab indeks pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara lain.
Untuk membangun bangsa Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di era globalisasi, peningkatan kualitas pendidikan mutlak diperlukan. Demi mencapai tujuan ini, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, korporasi swasta maupun BUMN dan komunitas.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan, Musliar Kasim, dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Program Gerakan Indonesia Berkibar "Percepatan Pembangunan Melalui Pendidikan", di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
"Kami mempunyai beberapa misi, yang pertama meningkatkan akses ketersediaan layanan pendidikan, yaitu akses masuk ke lembaga pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) kita lumayan, begitu tamat SMA tidak melanjutkan kuliah," ucapnya.
Misi kedua, lanjut Musliar, memperluas keterjangkauan layanan pendidikan bahwa pihaknya sudah menyediakan sekolah, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikirim ke sekolah-sekolah, walaupun angka kemiskinan Indonesia masih 11 persen.
"Yang ketiga meningkatkan kualitas mutu dan relevansi layanan pendidikan, dan mewujudkan kesetaraan memperoleh layanan pendidikan. Tujuan pengembangan kurikulum 2013 adalah agar dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, inovatif, kreatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi," ungkapnya.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.