Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duh, Masih Ada Guru Anti-Internet!

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Kamis, 22 Mei 2014 |18:15 WIB
<i>Duh</i>, Masih Ada Guru Anti-Internet!
Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Guru menjadi panutan dalam mengajar anak muridnya. Pengalaman mengajar, kreatif, dan kepintaran para guru pun akan diserap oleh murid-muridnya. Namun apa jadinya jika sang guru anti-internet?

"Masih ada guru yang anti-internet di Pulau Jawa dan DKI Jakarta. Perlu dikasih kesadaran itu. Guru itu orang yang tidak pernah berhenti belajar, kalau guru berhenti belajar, maka ilmu yang diajarkan masa lalu. Kita akan membangun sistem baru," jelas Ketua Komite Gerakan Indonesia Berkibar (GIB), Farhan, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Oleh karena itu, Gerakan Indonesia Berkibar merupakan program yang paling nyata untuk pelatihan guru. Jumlah peserta pelatihan guru yang mengikuti ini pun tercatat sudah ribuan.

"Pelatihan guru untuk menguatkan kurikulum 2013, ada juga satu kali training berdasarkan masukan dari banyak hal melalui sosial media. Survei GIB melakukan cek list dan bisa membantu berdasarkan data-data tersebut, kita datangi ke Kab/Kota yang bermasalah apakah datanya benar atau tidak, kemudian kita mencari perusahaan-perusahaan yang mau selesaikan masalah ini dengan cara membantu," bebernya.

Ditambahkan dia, saat ini kekurangan para guru ada pada kualitas dan prosesnya. Kualitas pembelajaran dan fasilitas di ranah pemerintah agak sulit.

Sekadar informasi, GIB didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta 12 pemerintah daerah (pemda). Gerakan ini mendukung percepatan pembangunan melalui pendidikan.

Sejak diresmikan pada 28 Oktober 2012 hingga saat ini, 11 pemda yang mendukung GIB, 39 institusi telah bergabung sebagai mitra yang menyediakan dana CSR untuk menjalankan program tanggung jawab sosial guna membantu memperbaiki kualitas pendidikan.

Tujuh institusi yang bergabung ini juga sebagai fasilitator yang menawarkan program perbaikan kualitas pendidikan, dan sejumlah influencer atau pemberi pengaruh yang berperan meningkatkan pemahaman arti penting pendidikan melalui penyebaran informasi di berbagai medium komunikasi.

Dua belas pemda yang ikut mendukung gerakan percepatan pembangunan melalui pendidikan ini adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, Pemprov Sumatera Selatan, Pemprov Kalimantan Timur, Pemprov Papua Barat, Pemprov Kepulauan Riau, Pemprov Bangka Belitung, Pemprov Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Pemkab Muara Enim, Pemkab Kotawaringin Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, dan Pemkot Bogor.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement