CANBERRA - Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengirim 190 anggota polisi untuk menjaga lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina.
Saat ini, lokasi jatuhnya pesawat didera kontroversi karena pertempuran yang terjadi antara pasukan separatis pro-Rusia dengan pasukan Pemerintah Ukraina. 38 warga Australia tewas dalam kecelakaan MH17 yang jatuh akibat dirudal di wilayah udara Ukraina.
"Ini adalah misi kami, mengamankan lokasi kejadian. Selain itu kami juga berupaya membantu penyelidikan dan memberikan keadilan kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan," ujar Abbott, seperti dikutip Sidney Morning Herald, Minggu (27/7/2014).
"Saya tekankan, ini adalah misi kemanusiaan. Semua pihak bisa terlibat," lanjutnya.
Namun hingga saat ini lokasi jatuhnya pesawat tersebut masih dikendalikan oleh kelompok separatis pro-Rusia yang masih melakukan perlawanan terhadap Pemerintah Ukraina.
Kelompok separatis dianggap sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas insiden jatuhnya pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines tersebut. Diduga mereka melepaskan rudal Buk yang didapatkan dari pihak Rusia.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.