Banyak Sekolah Belum Terapkan Kebaya Encim

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Kamis 07 Agustus 2014 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 07 560 1021190 EakSIt0TPv.jpg Belum semua sekolah di Ibu Kota menerapkan aturan seragam kebaya encim. Disdik DKI Jakarta pun mempertimbangkan untuk meninjau ulang kebijakan ini. (Foto: Rachmad Faisal/Okezone)

JAKARTA - Sejak hari pertama tahun ajaran baru 2014/2015, 4 Agustus lalu, sekolah di Ibu Kota sudah mulai memberlakukan seragam kebaya encim. Tapi, hingga kini, belum semua sekolah mengikuti kebijakan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang dikeluarkan dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi DKI Jakarta, Lasro Marbun pun memaklumi hal ini. "Sekolah yang sudah menerapkan kebijakan tersebut juga tidak dilarang," ujar Lasro saat dihubungi Okezone, Kamis (7/8/2014).

Pernyataan Lasro ini didasari munculnya kontroversi terkait aturan seragam kebaya encim untuk pelajar putri dan pakaian sadariah untuk pelajar putra di DKI Jakarta. Karena gelombang protes dari masyarakat, Lasro pun mempertimbangkan untuk meninjau ulang kebijakannya itu.

Nantinya, kata Lasro, pihaknya akan mempertimbangkan segala faktor dan masukan dari berbagai lapisan masyarakat. Misalnya, dengan melihat usulan dari berbagai keberatan yang diajukan masyarakat saat ini terkait aturan kebaya encim di sekolah.

"Dengan demikian, mungkin masyarakat tidak masalah dengan seragam sekolah model baru," ucapnya.

Pria yang menjabat sebagai Kadisdik DKI Jakarta sejak Februari 2014 lalu itu mengakui menerima berbagai masukan tentang aturan pakaian adat betawi untuk siswa Ibu Kota. Dia menuangkan kebijakan tersebut dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan nomor 48/SE/2014.

Baca: Kenapa Siswa Wajib Berseragam Kebaya Encim?

Dalam surat tersebut disebutkan, seragam nasional sesuai jenjang pendidikan dipakai pada Senin dan Selasa. Kemudian pada Rabu, siswa mengenakan pakaian khas sekolah. Hari Kamis adalah saatnya siswa mengenakan batik, Jumat mengenakan pakaian khas Betawi dan Sabtu mengenakan seragam pramuka.

"Keberatan masyarakat di antaranya, masalah harga baju encim yang tidak murah. Selain itu, penggunaan kebaya juga dinilai tidak praktis, misalnya untuk siswi yang harus berlari mengejar angkutan umum atau naik motor. Dan mungkin banyak hal lain yang harus ditinjau," ungkapnya.

Baca: Peraturan Seragam Kebaya Encim Hanya Jadi Alat Politik

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini