Share

Empat Kepala Daerah Masuk Bursa Menteri

Stefanus Yugo Hindarto, Okezone · Rabu 27 Agustus 2014 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 27 568 1030355 OmrlAatKWC.jpg ilustrasi kursi menteri

JAKARTA- Gagasan memasukan kepala daerah berprestasi dalam jajaran kabinet, berpeluang mendapat restu Presiden terpilih Jokowi – JK. Karena desain kabinet yang digagas presiden 'blusukan' ini berlandaskan pada profesionalisme.

Paling tidak empat nama kepala daerah berprestasi itu mulai digadang-gadang. Antara lain Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Kudus Musthofa.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Keempat kepala daerah tersebut telah menorehkan prestasi yang berbeda-beda. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil disebut berhasil melakukan penataan kawasan ekonomi, Bima Arya pun disebut melakukan banyak perubahan kebijakan birokrasi daerah.

Sedangkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dikenal luas sebagai kepala daerah yang berhasil membuat bersih kota Surabaya dari sampah. Sekaligus mengelola kawasan hijau.

Bupati Kudus Musthofa pun memiliki prestasi yang tak kalah hebat. Keberhasilannya mengelola PKL dikenal sangat sukses. Membuka balai latihan kerja bagi warga, pemberian layanan kesehatan prima, pemberdayaan usaha mikro dan pendidikan yang memadai.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Damayanti W menuturkan, ukuran keberhasilan kerja kabinet sangat berkaitan pada latar belakang menteri yang terlibat. Maka perlulah menggandeng calon menteri yang berprestasi luar biasa. "Faktanya banyak kepala daerah yang berprestasi. Itu saja sudah bekal dan syarat layak menjadi menteri," ujar Damayanti di Jakarta.

Sebagai contoh saja, lanjut Dekan FISIP UAI ini, terdapat empat kepala daerah yang terbilang sukses. Dengan prestasi yang berbeda-beda di antara mereka. Tetapi secara fakta di daerah berhasil memberikan perubahan.

Meski harus diakui, kata dia tak banyak kepala daerah berprestasi itu lepas dari hingar bingar pemberitaan. Jika pun ada hanya pada lingkup media lokal. "Ukuran prestasi itu bukan populer, tapi perubahan ditingkat lokal. Itu yang penting," jelasnya.

Menurut dia sangatlah beralasan bagi Presiden terpilih Jokowi-JK mempertimbangkan nama-nama kepala daerah berprestasi. Karena memang semangat kabinet yang diusung Presiden RI ke-7 ini adalah kabinet kerja.

Sementara itu Presiden terpilih Joko Widodo memastikan peluang kepala daerah masuk kabinet sangat memungkinkan. Karena memang banyak kepala daerah berprestasi yang layak menjadi menteri. "Bisa saja. Kenapa tidak. Ya semuanya mungkin," ujarnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini