Nur Mahmudi Bagi Pengalaman soal "One Day No Rice"

Oris Riswan, Okezone · Kamis 28 Agustus 2014 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 28 501 1031148 IUEI1RKX7b.jpg Nur Mahmudi Ismail (Foto: Oris/Okezone)

BANDUNG - Program “One Day No Rice” atau Sehari Tanpa Nasi digulirkan di lingkungan Pemprov Jawa Barat dua tahun lalu. Namun program tersebut tidak berjalan efektif hingga kini.

 

Kondisi itu berbeda dengan Kota Depok. Bahkan program itu dijalankan masyarakat, hotel, hingga restoran. Sehari dalam sepekan mereka mengganti nasi dengan bahan yang terbuat dari jagung.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, pun menuturkan pengalamannya dalam menjalankan program tersebut di Pemkot Depok.

“Saya tidak pada posisi untuk mengevaluasi (pemprov) ya. Kami berharap bahwa semua stakeholders harus sungguh-sungguh untuk senantiasa memberikan pilot project, imbauan, dan percontohan untuk program implementasi pangan nonberas,” kata Nur Mahmudi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/8/2014).

Agar program One Day No Rice berjalan efektif, kata dia, ada beberapa langkah yang wajib dilakukan. Program itu dilakukan dalam seluruh kegiatan pemerintahan. Program itu juga harus dilakukan dalam kegiatan masyarakat yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah seperti kepala dinas, camat, hingga lurah.

Dengan cara seperti itu, pelan-pelan aparatur negara dan masyarakat akan terbiasa mengonsumsi makanan nonberas.

“Kalau itu dilakukan secara kontinyu kemudian dilengkapi dengan ilustrasi tentang manfaat produk nonberas yang menyehatkan, Insya Allah orang akan mau," ungkapnya.

Di Depok, One Day No Rice menjadi semacam gerakan bersama oleh semua pihak. Berbagai pihak sadar untuk melakukan penghematan beras dan harus mulai terbiasa mengonsumsi pangan nonberas.

Alhamdulillah di Depok masyarakat juga banyak yang merespons pemanfaatan nasi jagung yang kami perkenalkan," ucapnya.

Hal terpenting agar One Day No Rice dilakukan masyarakat adalah melakukan gerakan penyadaran. Proses itu harus terus dilakukan tanpa lelah.

Di Depok, Nur Mahmudi mengaku menyebarkan surat imbauan ke berbagai pihak untuk mendukung program tersebut.

“Ada surat edaran, bentuknya imbauan, makanya ini sifatnya gerakan. Prosesnya penyadaran dulu bahwa ini bermanfaat. Kepentingannya untuk menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan Alhamdulillah dengan cara seperti itu mereka yakin,” tutupnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini