Share

Jakarta Masih Butuh Ahok

Tri Kurniawan, Okezone · Selasa 16 September 2014 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 15 500 1039547 TAIHH7i6GX.jpg Basuki T Purnama alias Ahok (foto: Arif J/ Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok dikenal blakblakan saat berbicara. Psikolog sosial, Ahmad Chusairi, menilai sosok seperti Ahok sangat dibutuhkan untuk menuntaskan ragam masalah di Ibu Kota.

"Pemimpin seperti dia yang dibutuhkan Jakarta," kata Ahmad Chusairi kepada Okezone, Senin (15/9/2014) malam.

Chusairi menilai, selama ini yang menonjol dari figur pria kelahiran Belitung Timur itu adalah ketegasannya. Setiap orang, mengekspresikan ketegasan dengan cara berbeda-beda. Ada yang kalem, ada juga yang atraktif.

Ahok, lanjut dia, mengekspresikan ketegasannya secara atraktif. "Pak Ahok itu rasional. Kita bisa lihat saat dia menjelaskan sesuatu, tapi caranya atraktif," ungkapnya.

Definisi atraktif, menurut Chusairi, berbeda dengan temperamental. Makna temperamen cenderung negatif. Dia mengatakan, gaya Ahok yang atraktif dalam memimpin Jakarta dipengaruhi beberapa hal.

"Bisa jadi karena tanggung jawab, tekanan, dan target, jadi dia lebih ekspresif," terangnya.

Menurutnya, gaya dalam memimpin tidak penting. "Yang lebih penting adalah hasil dan leadership dia efektif atau tidak," ujarnya.

Sejauh ini, Chusairi melihat, Ahok masih berjalan pada koridor yang benar dalam memimpin Ibu Kota. Dia mengatakan, banyak yang berkomentar, bukan terkait pekerjaan namun lebih ke pribadi Ahok.

"Dalam konteks birokrasi kita, (peran Ahok) justru melegakan rakyat. Karena, dengan sikap dia yang terbuka jadi harapan baru dan bisa memperlihatkan ke generasi selanjutnya," cetusnya.

Chusairi yakin Ahok berani bukan tanpa alasan. "Kenapa Ahok berani, karena dia yakin menjalankan fungsi dan tugasnya dengan benar," pungkasnya.

Gaya bicara Ahok lugas tanpa basa-basi. Terakhir, Ahok menyatakan tidak setuju kepala daerah kembali dipilih DPRD. Sikapnya itu memicu konflik dengan Gerindra, partai politik yang mendukungnya duduk di kursi Wakil Gubernur DKI.

Mantan Bupati Belitung Timur itu memilih keluar dari Gerindra daripada mendukung RUU Pilkada. Banyak yang memprediksi, kisruh Ahok dengan Partai Gerindra akan berbuntut panjang.

Ahok yang akan duduk di kursi Gubernur DKI menggantikan Joko Widodo, diperkirakan akan kesulitan menjalankan program karena terlalu banyak musuh di DPRD DKI Jakarta.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini