Share

Ajaib, Perempuan China Lahir Tanpa Adanya Otak

Advent Jose, Okezone · Kamis 18 September 2014 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 18 214 1041106 0wIhSgI62y.jpg Foto: The Epoch Times

BEIJING โ€“ Seorang wanita asal China dilaporkan kehilangan otak bagian belakang (otak kecil) selama dua dekade saat dokter mendiagnosanya. Kejadian ini kemudian diulas dalamย  sebuah jurnal yang khusus membahas anatomi otak.

Kejadian luar biasanya ini sangat mengejutkan dunia medis karena seharusnya wanita tersebut tidak akan mampu bertahan hidup selama itu.

Perempuan ini juga sangat terkejut ketika mengetahui selama 24 tahun berlalu, dia hidup tanpa sebuah otak. Spesialis mengatakan pernah terjadi delapan kasus serupa yang telah didokumentasikan oleh komunitas ilmiah hingga saat ini.

Namun, kasus ini sungguh mencengangkan karena biasanya pasien akan berakhir dengan kondisi sekarat (saat bayi) sebelum mampu mencapai masa remaja.

Melalui uraian dalam Jurnal Brain, dokter tidak bisa memastikan kapan persisnya sang wanita kehilangan bagian dari otaknya. Para dokter melihat terdapat jejak jaringan cerebellar yang dapat diidentifikasi di dalam otak wanita tersebut.

Mereka menduga wanita ini kehilangan anatomi otaknya itu saat lahir dan mulai mengalami kelainan selama hari-hari pertama hidupnya. Namun, bagian otak yang lain mengkompensasi kejanggalan (kelainan) yang akhirnya menyebabkan wanita tersebut mampu bertahan hidup.

"Fenomena mengejutkan ini menunjukkan plastisitas otak pada awal kehidupan. Ini menunjukkan bahwa otak muda cenderung jauh lebih fleksibel atau menyesuaikan diri dengan kelainan," tulis laporan jurnal Brain seperti dikutip Softpedia, Kamis (18/9/2014).

Seorang spesialis bernama Raj Narayan mengatakan, ketika seseorang lahir dengan kelainan atau kehilangan bagian tertentu dari otaknya, sisa otak lainnya mencoba untuk mengkompensasi sesedikit mungkin kerugian yang mungkin terjadi.

Seperti diketahui, otak kecil adalah bagian dari otak yang bertanggung jawab atas koordinasi gerakan tubuh seperti ketika seseorang menggunakan mulut dan lidah untuk berbicara.

Keterangan lain mengungkapkan, sebenarnya gelaja itu mulai muncul saat usia empat tahun. Ketika itu, dia baru mulai belajar untuk belajar berjalan.

Namun yang mengejutkan adalah, wanita ini mengaku saat ini masih menjalani hidup dengan normal dan hanya mengalami pusing, mual dan kesulitan untuk mengucapkan sesuatu. Melihat keganjilan anatomi ini, dokter mengatakan mungkin sang wanita mampu menjalani hidup dengan normal hingga tahun-tahun mendatang.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini