Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Makna di Balik Peutroen Anuek & Puecicap

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 02 November 2014 |18:36 WIB
Makna di Balik Peutroen Anuek & Puecicap
Makna di Balik Peutroen Anuek & Puecicap (ilustrasi)
A
A
A

TRADISI peutron aneuk dan peucicap yang dilakoni turun-temurun bagi masyarakat Aceh, memiliki nilai religi dan filosofi yang tinggi. Prosesi ini dimaksudkan sebagai media untuk membangun tanggung jawab bersama terhadap tumbuh kembang si bayi.

“Ada makna filosofi yang sangat dalam di situ,” kata Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Badruzzaman Ismail kepada Okezone di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, gerakan dalam ritual peucicap. Ini bukan sekadar untuk menyentuh rasa agar lidah si bayi lebih sensitif, tapi rasa-rasa manis yang disentuh ke organ perasa si anak juga disyaratkan diikuti dengan akhlaknya yang manis (baik) pula. “Supaya akhlaknya si anak juga manis nanti, seperti buah-buah itu,” ujarnya.

Begitu juga dengan prosesi menginjakkan kaki bayi ke tanah. Biasanya, kata Badruzzaman, orang yang memimpin peutroen aneuk atau yang menyentuhkan kakinya pertama kali ke bumi saat ritual itu, akan diisyaratkan kepada si bayi agar memiliki pendirian teguh dan iman yang kekal, sebagaimana sifat tanah, kekal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement