Hal senada juga dikatakan Sofie (29). Ia mengaku miris melihat perilaku pemilik mobil-mobil mewah yang ikut mengantre jelang pemberlakuan kenaikan BBM, yang akan diberlakukan tengah malam nanti.
"Yang katanya menolak kenaikan BBM Rakyat jelata. Tapi waktu BBM dinaikkan, yang kaya-kaya pula yang merajai. Ini bukti subsidi BBM salah sasaran. Miris kita,"ucapnya.
Di Medan sendiri hampir di semua SPBU yang masih beroperasi hingga tengah malam, terlihat antrian cukup panjang sejak diumumkannya kenaikan BBM. Namun sejumlah SPBU memutuskan untuk tutup, karena alasan keamanan.
Sejauh ini antrean pembelian BBM bersubsidi dengan harga lama di Medan masih kondusif. Polisi terlihat berjaga di semua SPBU, untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan. (ang)
(Stefanus Yugo Hindarto)