Setiap hari Mbah Basri menanam setidaknya 10 hingga 20 bibit pohon di sepanjang jalan setapak menuju puncak. Hal itu dilakukannya sambil berpatroli. Dalam sehari Mbah Basri bisa mengawasi sekira lima hektar hutan Gunung Prahu dari para pembalak liar. Semua itu ia lakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan apapun. Lelaki tua itu tidak pernah meminta belas kasihan kepada pemerintah atas aktivitas kesehariannya. Pengabdiannya ikhlas dan tulus. Namun perhatian dari pemerintah belum dirasakannya. Kakek luar biasa itu tidak pernah lelah dan berhenti untuk menjaga Gunung Prahu, meski banyak tawaran untuk menjadi pekerja di perkebunan cengkeh yang tidak jauh dari rumahnya.(sna)
Setiap hari Mbah Basri menanam setidaknya 10 hingga 20 bibit pohon di sepanjang jalan setapak menuju puncak. Hal itu dilakukannya sambil berpatroli. Dalam sehari Mbah Basri bisa mengawasi sekira lima hektar hutan Gunung Prahu dari para pembalak liar. Semua itu ia lakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Lelaki tua itu tidak pernah meminta belas kasihan kepada pemerintah atas aktivitas kesehariannya. Pengabdiannya ikhlas dan tulus. Namun perhatian dari pemerintah belum dirasakannya. Kakek luar biasa itu tidak pernah lelah dan berhenti untuk menjaga Gunung Prahu, meski banyak tawaran untuk menjadi pekerja di perkebunan cengkeh yang tidak jauh dari rumahnya.(sna)
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.