Ia melanjutkan, tugas PGT pada zamannya adalah melakukan pertahanan pangkalan udara dan penerjunan serta membuka stasiun radio induk untuk menghubungkan daerah itu dengan Yogyakarta yang dulunya dijadikan pusat pemerintahan. PGT juga melakukan penyempurnaan lokasi untuk penerjunan selanjutnya.
Kini, Kopaskhas merupakan satuan tempur yang punya kemampuan tiga matra, yakni udara, laut, dan darat. Jhonson mengatakan, pasukan Baret Jingga itu adalah pasukan pemukul yang siap diterjunkan di segala medan.
"Entah itu hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut. Paskhas juga punya tugas tambahan yang tak dimiliki pasukan lain, yakni operasi pembentukan dan pengoperasian pangkalan udara depan (OP3UD)," kata Jhonson.
Sebagai penghargaan atas jasa dan keberanian PGT pada peristiwa 17 Oktober 1947, sebuah monumen di Pangkalan Bun pun dibangun. Monumen itu bernama Operasi Penerjunan Pertama Palagan Sambi yang terletak di dekat Bundaran Pancasila, atau berjarak beberapa kilometer dari Lanud Iskandar.
Di halaman depan monumen tersebut terdapat Tugu Pesawat Dakota C-47 RI-002. Pesawat yang membawa 13 penerjun pertama di bawah pimpinan Letnan II Udara Iskandar. Pesawat itu berwarna putih dengan aksen hitam di beberapa bagiannya.