Di Semarang, Pasar Dargo adalah sentra pedagang dan pengrajin batu akik. Menurut Wawan, hal paling utama yang membedakan batu asli atau palsu dilihat dari tingkat kekerasannya.
"Berlian itu tingkat kekerasannya 10, rubi dan safir itu tingkat kekerasannya 9, bacan itu tingkat kekerasannya 6 sampai 7," terang pria yang sudah berkecimpung di bisnis batu akil sejak setahun belakangan tersebut.
Namun, Wawan mengakui tingkat keaslian batu akik susah dipahami masyarakat awam. Ia mengibaratkan memahami keaslian batu akik butuh waktu seperti anak yang baru pertama kali belajar membaca.
"Kamu bisa membaca itu butuh berapa lama, satu tahun? Seperti itulah agar kita tahu mana batu akik asli atau palsu," ungkap Wawan menerangkan.
Karena itulah, kata Wawan, membeli batu akik juga berbicara soal rasa saling percaya yang dipertaruhkan antara pembeli dan penjual. "Kuncinya di kepercayaan. Caranya bagaimana? minta garansi, kalau palsu bisa dikembalikan," beber Wawan.