Share

Basarnas Masih Terus Cari Korban AirAsia QZ 8501

Andi Indra, Koran SI · Rabu 04 Februari 2015 00:44 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 04 340 1101042 basarnas-masih-terus-cari-korban-airasia-qz-8501-LSYRCVRk7j.jpg

POLEWALI - Tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) terus melakukan penyisiran di perairan Sulbar untuk mencari jenazah penumpang AirAsia QZ 8501 yang jatuh diperairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 28 Desember lalu.

“Kita intensifkan pencarian dengan menyisir panjang perairan Sulbar. Baik dari Majene ke Mamuju, maupun dari perairan Majene-Polewali,”kata Kepala BPBD Polman, Mansyur.

Dikatakan, dihari keenam proses pencarian tim Basarnas dari berbagai daerah seperti Kaltim, Palu, dan Sulsel telah bergabung untuk membantu proses penyisiran sepanjang perairan Sulsel, Sulbar hingga Sulteng.

Untuk memaksimalkan proses penyisiran, tidak hanya menggunakan perahu karet, Basarnas telah mendatangkan dua resque boat 207 dari Makassar, dan resque bot 215 dari Balikpapan, Kalimantan Timur. “Tidak hanya mengandalkan jetski dan perahu karet, ada dua kapal resque dari dua provinsi yang menyisir perairan Sulbar,”tutur Mansyur.

Meski tim Basarnas telah mendatangkan berbagai kekuatan untuk melakukan pencairan di perairan Sulbar, namun ia tetap berharap bantuan dari para nelayan di pesisir Sulbar untuk membantu.

Sementara itu, di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Basarnas melakukan penyisiran dengan menggunakan dua perahi karet. “Kebetulan cuaca dan ombak agak bersahabt, kita kerahkan dua perahu diwilayah itu untuk menyisir,”jelasnya.

Penyisiran yang dilakukan dari Polewali hingga Pinrang tersebut dilakukan pasca ditemukannya dua jenazah di perairan Pinrang. Sehingga, sangat memungkinkan ada yang terdampar ke Polewali.

Dikatakan, perairan di wilayah Polewali selama proses pencarian di perairan belum dilakukan maksimal karena tenaga yang terbatas. Setelah tim Basarnas dari berbaga daerah seperti Kaltim, Palu, Sulsel bergabung, maka pembagian tim bisa dilakukan dengan menyebar ke titik yang dianggap berpotensi dimana jenazah itu terseret arus dan ombak.

Dikatakan Mansyur, tim akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian jenazah yang diduga korban pesawat nahas itu hingga beberapa hari kedepan. Karena itu, peran serta masyarakat sangat diharapkan membantu dengan melaporkan terhadap penemuan yang dijumpai.

Seperti diketahui, jumlah jenazah yang ditemukan diperairan Sulawesi kini mencapai delapan orang. Enam dari perairan Majene, Sulbar, dan dua ditemukan diperairan Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Selain penemuan terhadap delapan jenazah, sejumlah penemuan yang diduga bagian dari badan pesawat Air Asia juga ditemukan di wilayah Mamuju.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini