nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Penistaan Agama Lewat Facebook Ditahan

ant, Jurnalis · Rabu 04 Februari 2015 22:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 02 04 340 1101574 pelaku-penistaan-agama-lewat-facebook-ditahan-ERhrP09NHM.jpg

KARIMUN - Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menahan AW, pemuda berusia 19 tahun warga Tanjung Balai Karimun yang menjadi tersangka penistaan agama dan satu institusi vertikal melalui jejaring sosial Facebook.

"AW ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Selasa (3/2) setelah Satuan Reserse Kriminal melakukan penyelidikan dan pembuktian sebuah percakapan dalam satu akun Facebook, yang mengandung penistaan agama dan institusi tertentu,” ujar Kapolres Karimun AKBP Suwondo Nainggolan di Tanjung Balai Karimun, Rabu (4/2/2015).

Suwondo Nainggolan menjelaskan, kasus penistaan agama dan institusi tersebut terungkap AW berawal dari informasi pada Minggu (1/2) sekira pukul 22.00 WIB tentang sebuah percakapan antara nama akun berinisial RTT (Ryo Takashi Taro) dengan akun AS (Alang Sahaja) dalam akun FJB (Forum Jual Beli) Karimun.

Satreskrim, menurut dia langsung melakukan penyelidikan dan sempat mengamankan pemilik akun RTT yang diketahui berisinial R. "Namun, R mengaku bukan pemilik akun RTT sehingga polisi kembali melakukan penyelidikan siapa pemilik akun RTT sebenarnya," katanya.

Penyelidikan lanjutan yang dibantu tim teknologi informasi Polres Karimun yang hasilnya mengarah kepada tersangka. Tersangka AW, menurut dia, diduga membuat akun baru yang profil dan fotonya sama dengan akun RTT yang asli.

"Akun RTT palsu tersebut digunakan tersangka untuk melakukan percakapan melalui akun AS. Dalam percakapan itu tersangka memosting kalimat-kalimat mengandung unsur SARA yang juga diakui tersangka ketika diperiksa penyidik Reskrim," tuturnya.

Motif kasus penistaan agama dan institusi tertentu, lanjut Kapolres dilatarbelakangi sakit hati antara tersangka dengan R, pemilik akun RTT yang asli. "Pemilik akun RTT punya masalah dengan pelaku dalam hal jual beli (seara online) melalui akun FJB. Karena kesal tersangka membuat akun RTT palsu ini supaya pemilik akun yang asli dihujat dan dimusuhi," katanya.

Tersangka, kata dia, disangkakan melanggar Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 156a huruf Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

Sementara itu, AW ketika ditemui di Unit Idik I Satreskrim mengaku khilaf telah memosting kalimat berisikan penistaan agama. Ia mengaku tidak menyadari jika kalimat tersebut dapat memicu konflik bernuansa SARA.

"Saya salah. Saya membuatnya karena dimaki-maki ketika jual beli handphone di FJB," kata pemuda yang mengaku sekolah hanya sampai kelas V sekolah dasar tersebut. AW membantah posting itu bertujuan untuk merusak hubungan harmonis masyarakat.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini